Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
LEBARAN 2014 DI PERANTAUAN
Selamat pagi semuanya, semoga kalian semua maih diberikan kesehatan baik rohani maupun jasmani dan yang paling terpenting adalah kita masih benar-benar berada dalam naungan fitri kembali suci, dosa terampuni sperti dulu kita terlahir dari rahim ibu-ibu kita. Aamiin...
Ikhwah fillah, bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk kembali merasakan beramadhan dan ber-iedul fitry 1435 H atau 2014 M. Patut kita syukuri pula bahwa di iedul fitry pulalah kita kembali di kumpulkan bersama keluarga tercinta, orang-orang tercinta, sahabat-sahabat tercinta dan tentunya 'dia' yang tercinta :) . Di hari kemenangan pulalah manusia saling berbagi kebaikan, tolong menolong terhaap sesama, memberikan sesuatu kepada mereka yang selama ini hidupnya mungkin dalam kekurangan agar nantinya mereka juga sama ikut merasakan kebahagian dan kemenangan seperti kita yang merasakannya. Di hari iedul fitry pulalah Allah memberikan kesempatan pada setiap insan untuk saling menggugurkan dosa dan kesalahan diantara manusia lainnya. Sungguh "Maka Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan !" subhanallah... betapa indah islam di sisi lain islam banyak melarang kita untuk melakukan hal-hal dosa dan kita masih terjebak disana, namun disisi lain islam memberikan sebuah peluang, sebuah kesempatan, sebuah jamuan, sebuah harapan kelak dosa-dosa yang pernah kita lakukan 11 bulan lamanya terampuni dalam 1 hari saja jika kita mampu memaksimalkan waktu itu untuk meminta maaf kepada orang-orang yang dulu pernah kita sakiti, kita zalimi, kita caci atau mereka yang pernah menzalimi kita lalu mereka datang dan menjabat tangan kita maka pada saat itulah dosa-dosa dan kesalahan kita berguguran satu sama lainnya, bayangkan betapa mudah nan indahnya islam, "Maka Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan !"
Ikhwah fillah, tentu momen-momen yang paling kita tunggu saat iedul fitry adalah berkumpulnya kita bersama keluarga besar tercinta kita dalam satu atap lalu saling bermaaf-maafan. Sungguh momen itulah yang tidak bisa saya rasakan iedul fitry tahun ini, pasalnya saya masih di perantauan dan belum bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga. Saya untuk waktu satu tahun kedepan masih di kota Makassar, saya ke Makassar seminggu sebelum ramadhan karena ada kepentingan tugas dakwah di sini. Tapi alhamdulillah saya tidak sendirian ada 4 rekan saya juga nasibnya sama seperti saya, mereka belum bisa kembali kerumah sungkeman bersama keluarga, tapi kami juga merasakan kebahagian yang sama seperti kalian semua insyaallah.
Rindu beracampur sedih tahun ini kami hanya bisa berlebaran di negeri orang, ada perasaan rindu ingin memeluk ibu dan keluarga dari dekat namun tak bisa. Namun insyaallah keikhlasan hati dalam memaafkan kesalahan saudara-saudara, teman-teman, rekan-rekan atau bahkan lawan akan menjadi sebuah obat pelipur lara dan kerinduan di hari nan fitry tahun ini.
Ikhwah fillah, saya peribadi ingin menghatrukan permintaan maaf lahir dan batin sedalam-dalamnya jika kata-kata, tingkah laku kurang berkenan di hati kalian semua, baik yang kenal dekat sama saya secara personal ataupun mengenal saya lewat dunia maya atau pada event-event tertentu saya berkenalan dengan anda dan anda mengenal saya. Semoga di iedul fitry tahun ini menjadikan kita semakin dewasa, sadar akan tugas kita di dunia, semakin optimis dan semangat dalam meraih kemenangan dunia dan akhirat. Aamiin..
"Selamat Hari Raya 'Iedul Fitry 1435 H/ 2014 M. Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Posted in lebaran 2014, Ramadhan, renungan, Sharing
TERUNTUK KAMU DAN WAKTU; by. RAMADHAN
Hidup memang begitu romantis. Seromantis aku dan kamu, siapapun itu. Namun keromantisan takan selamanya utuh, ada jeda dan waktu yang perlahan memupus lalu hilang dan berganti. Justru jeda dan waktu itulah yang akan kembali mempertemukan kita pada sebuah keromantisan.
Keromantisan bukan sebuah kata yang berdiri sendiri namun ada kata lain yang membuatnya indah tegak kokoh berdiri, itulah kecocokan. Kecocokan yang terkadang memaksa kita harus menerima dan rela pada salah satunya saat hati belum bisa menerima takdirnya. Romantis adalah saling mengisi dan melengkapi saat yang satu jatuh maka yang satunya harus menyangga. Saat yang satu datang maka yang lain pergi. Saat yang satu terluka maka yang lain harus bisa mengurai lara. Saat yang satu hadir kedalam dunia maka yang lain harus pergi dari dunia. Saat yang satu tertawan maka yang lain harus membebaskannya, itulah keharmonisan. Sebuah kata benda yang tidak mampu berdiri sendiri, karena hakiaktnya mereka saling melengkapi.
Saat yang lain datang dengan segala kebesarannya. Saat yang lain datang dengan segala gemerlap dunianya. Saat yang lain datang dengan segala suka cita dan tawanya. Saat yang lain datang dengan segala kesuksesannya. Dan saat yang lain bergembira dengan kedatangan iedul fitrinya, maka jiwa-jiwa yang hampa. Yang merindu. Yang kering. Yang bergelimang dosa. Yang hatinya dipenuhi oleh kecintaan pada rabbnya, kini mereka sedang menangis, berduka karena kepergian bulan ramadhan, sang pahlawan yang mampu membebaskan manusia dari jeruji kesalahan. Sang pendekar yang mampu menjaga manusia dari hawa nafsunya. Sang utusan tuhan yang mampu mentarbiyah kebejatan hawa nafsu manusia.
Teruntuk waktu;
by. Ramadhan
"Wahai waktu pengaruhmu menjadi amat berarti diantara aku dan hamba-hamaba Allah yang hatinya diliputi keimanan dan ketaatan pada rabbnya. Pengaruhmu menjadi amat berarti diantara aku dan hamba-hamba Allah yang selalu diliputi rasa rindu akan perjumpaan. Pengaruhmu menjadi amat berarti diantara aku dan hamba-hamba Allah yang tak pernah putus asa memohon kebaikan dari sisi tuhannya. Maka aku memohon padamu wahai waktu, pertemukanlah aku dengan mereka. Jumpahkanlah kembali aku dengan mereka. Satukanlah kembali aku dengan mereka. Romantiskanlah kembali perjumpaan kami di lain waktu, setelah aku pergi untuk waktu yang cukup lama. Aku yakin kepergianku dari sisi mereka akan menambah bumbu rindu di hati mereka yang senantiasa menanti hari perjumpaan denganku. Namun aku tak pernah tau, apakah di saat aku datang mereka masih di sana? atau mereka sudah pergi beranjak dari tempatnya. Wahai waktu terimakasih atas kesempatanmu menabur keromantisan diantara aku dan mereka yang mu'min kepada tuhannya. Sampaikan pada mereka bahwa aku akan selalu merindukan perjumpaan bersama mereka"
"Selamat tinggal aku akan pergi untuk waktu yang cukup lama, relakanlah, ikhlaskanlah insyaallah Tuhanmu telah merancang kembali sekenario perjumpaan kita di masa-masa mendatang yang lebih romantis lagi. Belajarlah untuk merelakan sebuah kepergian yang sebenarnya kau enggan melepasnya atau takut karenanya"
MUSA HAFIDZ FROM INDONESIA
Musa bin Hanafi saat mengikuti musabaqoh hifdzil qur'an di Jeddah Saudi Arabia
gambar : dakwatuna.com
Mataku perlahan berkaca-kaca dan tak lama air bening luber mengalir diantara pipiku, hatipun ikut merasakan getaran yang hebat saat semua mata, hati dan pikiran ini fokus menyaksikan penampilan Musa bin Hanafi saat mengikuti musabaqoh qur'an di arab saudi belum lama ini. Musa yang berusia 6 tahun mendapat undangan khusus langsung dari Syekh Abdullah bin Ali Bashfar selaku direktur Ma'had Tahfidz Dunia yang berpusat di Saudi Arabia, undangan khusus tersebut tertanggal 3-7 Ramahan 1435 H atau bertepatan 1-5 Juli 2014 M.
"Subhanallah.... Maha suci Allah" hanya ungkapan pujian kepada Allah yang bisa aku ucapkan setelah melihat penampilan Musa bin Hanafi dari Bangka. Meski saya atau antum belum atau bukan penghafal qur'an setidaknya ini menjadi motivasi untuk kita semua agar nanti saat kita memiliki anak kita bisa mewujudkan Musa-musa lainnya di keluarga kita. Amiin...
Sekaligus semoga orang tua khususnya ibu-ibu indonesia bisa mengambil pelajaran dan hikmah atas penampilan Musa di acara Hafidz Indonesia yang disiarkan khusus oleh RCTI. Karena madrasah terbaik untuk anak-anak adalah ibunya sendiri, ibu bukan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja tapi melainkan bagaimana peran ibu menghadirkan anugerah Allah terbesar yakni al-qur'an terhadap anak-anaknya, agar kelak anak tersebut bisa memberikan kebaikan kepada ibunya baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Berikut Video saat Musa bin Hanafi mengikuti musabaqoh tahfidz qur'an di Jeddah Saudi Arabia.
Ramadhan Galau
Ngegalau, udah lama ane ga ngegalau. Ngegalau apa aja, judulnya ngegalau. Sebenernya ga ada yang spesial kalo lagi ngegalau. Ngegalau identik dengan kacaunya pikiran alias kagak karuan. Sebenrnya galau itu datang akibat ga ada kerjaan, ga ada objekan yang bisa di oprek. Dan sekarang ane kena virus galau, iya galau ga ada kerjaan. Lagi puasa gini ditambah galau apa jadinya coba ? perut lapar plus kerongkongan kering terus ngegalau percis kaya pejabat pengen 'jajan' tapi ga ada lahan basah pasti galau juga.
Dari tadi tulisan ane kebanyakan tulisan galau, emang apa lagi, judulnya juga galau ya so pasti bahasanya galau. Mudah-mudahan yang baca ini ga ikut-ikutan galau, kebayang ga kalo yg baca ini galau? pasti baca artikel ini sambil makanin biji keyboard leptop hahaha "Garing !".
Kebetulan kerjaan kantr udah libur makannya ane bilang ane lagi ga ada gawean hasilnya galau dech sian-siang gini.
Ada juga temen ane galau, tapi dia galaunya positif, biar ga kebablasan galaunya dia milih baca qur'an keren nih galaunya galau positif. ada satu lagi temen ane, lagi galau juga siang-siang ramadhan gini, tapi dia milih maen game untuk mengisi kegalauannya, ini jenis type galau yang lumayan positif lah dari pada maen gapleh.
Dan untuk mengisi kegalauan siang ane hari ini, ane lebih milih nulis, iya nulis apa aja, ya kaya gini nulis kegalauan di blog, biar menuh-menuhin space blog ane hehe.
Ada masukan lebih baik ngegalau dipake kebaikan jangan dipake maksiat, kaya telpon-telponan sama akhwat atau cewe.
Posted in Galau Modeon, Ramadhan
RAMADHAN MENGETUK HATI KITA
Tak akan pernah habis kabar duka dari saudara kita di bumi al-quds palestina. Hujan rudal dan peluru solah menjadi santapan harian saudara-saudara kita di palestina, duh... sungguh kami tak bisa membayangkan hal demikian. Bagaimana rasanya saat anak-anak kecil tak berdosa sedang bermain-main, bercanda, bergurau, yang sedang membaca dan menghafal al-qur'an sekonyong-konyong sebuah peluru dan rudal tak diundang datang membumi hanguskan mereka semua. Duh.... tak bisa kami bayangkan bagaimana peluru dan rudal menembus kepala, perut, kaki dan otak mereka. Sungguh, hati kami tersayat-sayat yang setiap detik tak kunjung redup kabar duka dari saudara-saudara kita di palestina.
Wahai bumi gaza ! wahai bumi palestina ! wahai al-quds ! sungguh beruntung kalian ditakdirkan menjadi bumi yang halal untuk mengangkat senjata untuk menegakan medan jihad melawan musuh-musuh islam dan musuh-musuh Allah. Harta benda dan nyawa bukan lagi sesuatu yang kalian risaukan. Kalian tak pernah bertanya "Masih hidupkah kita saat matahari terbit dipagi hari? apa yang akan kita makan besok? atau masih adakah kesempatan untuk memberi senyuman indah pada ibu, ayah, kaka dan adik-adik kita esok?" yang selalu ada dalam kamus hidup kalian adalah, "adakah kesempatan untukku mengangkat senjata untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah?", kematian seolah kado yang sangat dirindukan oleh kalian sedangkan orang-orang kafir takut akan kado kematian.
Kami, umat islam indonesia sangat terpukul dan mengecam bahkan melaknat atas perbuatan israel zionis dan antek-anteknya yang tak henti-hentinya meluluh lantakkan bumi palestina kiblat pertama umat islam. Bersyukur ramadhan kali ini banyak hati-hati manusia yang terketuk untuk menghapus air mata rakyat palestina. satu persatu menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan palestina. satu persatu menginfakan hartanya di jalan Allah untuk meringankan beban rakyat palestina. Wahai palestina, percayalah kami tidak akan melupakanmu, kami akan selalu mendukungmu, kami akan kerahkan apa yang kami bisa untuk memberitahukan kepada dunia bahwa palestina butuh uluran do'a dan dukungan. Ramadhan mengetuk hati kami umat islam untuk ikut peduli terhadap rasa sakit yang palestina rasakan saat ini.
Alhamdulillah... tahun ini kami akan memiliki presiden RI yang baru yang begitu sangat peduli terhadap duka palestina. Masri kita berdo'a semoga Prabwo-Hatta menjadi presiden yang amanah yang taat pada tuhannya serta memperhatikan umat islam dimanapun berada.
Hanya ini yang bisa saya suarakan sebagai bentuk dukungan saya untuk palestina, karena saya yakin untuk membantu palestina bukan saja dengan materi melainkan menyebarluaskan kabar palestina lewat karya tulisan akan ada manfaatnya.
Oh.. Palestina Maafkan Kami Melupakanmu
Palestina oh... palestina, maafkan kami umat islam di indonesia sejenak meluapakanmu di sana. Sungguh kami menyesal telah melupakanmu hanya karena di negeri kami sedang terjadi hiruk pikuk soal pemilihan presiden yang akan memimpin negeri kami 5 tahun kedepan. Kau ingin mendengar berita dari negeri kami? pasti kau ingin mendengar meski bukan cerita yang ingin kau dengar melainkan tindakan nyata kami. Izinkan kami bercerita kepadamu wahai palestinaku.
"Indonesia, yah sebuah negeri yang untuk memerdekakannya butuh pengrbanan luar biasa, nyawa, harta benda dan darah para bapak, ibu dan pejuang negeri ini ditumpahkan untuk menebus negeri ini dari jajahan para penjajah. 350 tahun kami dijajah, bayangkan bagaimana dulu orang tua kami yang mengkhawatirkan anak-anak gadisnya di culik, diperkosa, dijual dan dibunuh dengan mengenaskan. Terlalu mengerikan untuk kami sebagai generasi negeri ini memikirkan dan membayangkannya. Mungkin orang tua kami dulu tak sempat tidur pulas karena banyak pemberontakan dimana-mana. Indonesia, ya sebuah negeri yang banyak rang mengatakan surganya dunia, karena segala macam-macam rempah ada di indonesia, inilah motivasi tangan-tangan penjajah datang dan menhancurkan negeri kami yang kaya untuk menguasai kekayaan negeri kami yang ada.
Alhamdulillah... berkat pertolongan Allah SWT., perjuangan keras para mujahid negeri ini akhirnya terwujud, tahun 1945 atau bertepatan dengan 17 ramadhan Indonesia berani mengangkat suara dan memproklamirkan kemerekaan negaranya kepada seluruh dunia di tengah-tengah sedang memanasnya situasi dalam dan luar negeri. Hai palestina kamu tau kenapa kami sangat mencitai dan menghrmatimu? bukan hanya kita sama-sama beragama islam, bukan hanya kita memiliki panduan kitab yang satu, bukan hanya nabi kita satu, bukan hanya kiblat kita satu, bukan hanya tuhan kita satu, bukan hanya sejarah islam kita satu, tapi lebih dari itu kaulah Palestina negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia negeri kami tercinta disaat negara-negara lain membenci dan enggan mengakui kemerdekaan Indonesia, tapi Kau Palestina suara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu kami berhutang budi pada anda, sampai kapanpun kami akan tetap membela kau palestina meski negara-negara lain 'jijik' dan enggan membela hak-hakmu di tanah alquds palestina.
Kini nasib bangsa kami sedang diperebutkan oleh dua sosok yang sungguh jauh berbeda seperti langit dan bumi. Negeri kami sedang menghadapi peperangan luar biasa, isu SARA dan isu-isu masa lalu sedang heboh di negeri kami untuk saling menjatuhkan satu sama lainnya. Perang ideologi juga hidup di sini. Kami umat islam indonesia takut dan khawatir jika pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin boneka Zionis Israel, Yahudi dan Amerika Serikat dan sekutunya yang tidak akan berpihak terhadap perjuangan dakwah islam di negeri kami tercinta, kami khawatir akan itu semua. Dalam kondisi yg sama kami pun slalu optimis bahwa sosok yang kami dukung akan memberi ruang bagi perjuangan dakwah islam nusantara ini, insyaallah pemimpin yang kami dukung keberpiahakan terhadap islam luar biasa. Kami minta doamu wahai palestinaku."
Mungkin itu sedikit cerita dan celotehan kami, semoga kau mendengarnya disana.
Sekali lai kami minta maaf atas kelalaian kami melupakanmu sejenak. Di saat kami disini asik menjalankan puasa ramadhan penuh dengan ketenagan dan ketentraman, jamuan-jamuan yang setiap hari berganti memenuhi perut-perut kami, dan kau Palstinaku di sana, kau menjadi bulan-bulanan para pencari tanah dan penjajah zionis Israel, Yahudi dan Amrika, diam-diam kau di berangusnya, kau di teror, kau di hujani peluru, dibakar rumah-rumah pemukiman yang tak berdosa, dirampas harta benda, di ambil paksa anak-anak kecil, bayi dan para wanita lalu dibinasakan dengan pleuru-peluru neraka. Oh... kami tak bisa membayangkan itu semua wahai Palestinaku, sekali lagi maafkan kami. Belum cukup itu semua disaat ramadhan seperti ini, kalian berpuasa menahan lapar dan dahaga, dan kami tau bukan saja kalian berpuasa di bulan ramadhan tapi setiap hari, setiap minggu, setiap, bulan dan setiap tahun kalian berpuasa menahan lapar dahaga sambil di hujani peluru-pluru dari neraka menembus perut, kepala, jantung dan rumah-rumah kalian yang begitu amat sederhana. Oh... Palestinaku, sekali lagi maafkan kami.
Besar harapan kami, pemimpin yang akan memimpin negeri kami mmbawa angin segar untuk kalian rakyat palestinaku. Aamiin.....
Posted in Dunia Ukhwah, Palestina, racau, Ramadhan, Sharing
Proklamasi 9 Ramadhan 1435 H
"Gambar di atas adalah hasil editan saya dengan photoshop CS3, lumayanlah... meski tidak sebagus aslinya saya sebagai penggemar dan sekaligus pendukung Prabowo-Hatta sangat puas, mungkin juga anda menikmatinya :D."Ramadhan tahun ini sungguh luar biasa, bukan saja keimanan umat islam di uji secara spiritual tapi di waktu yang sama rakyat indonesia di hadapkan pada dua sosok yang berbeda 360 derajat. Tidak di pungkiri setiap knstituen dan pendukung masing-masing capres ramadhan kali ini di sibukan untuk merancang strategi kemenangan masing-masing capres. Tidak mengapa asal jangan sampe ngelanggar syariat terus batal deh puasa dan pahala puasanya, tapi ga tau deh kubu sebelah maen fair apa ga, "suudzhan loh..!"
Mudah-mudahan ramadhan tahun ini juga menjadi momentum kemenangan bagi capres NO. 1, aamiin... pasalnya Indonesia merdeka pertama kali di bulan ramadhan. Kita tau banyak kesamaan antara Soekarno dan Prabowo, sama-sama militer dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Pokoknya 9 ramadhan nanti akan menjadi momentum kemenangan untuk Prabowo-Hatta, dan pembacaan Proklamasi akan kembali terulang.
"Sejarah pasti akan terulang, hanya waktu dan pemerannya saja yang berbeda!"
Posted in Dunia Blogger, Dunia Ukhwah, Ramadhan, Sharing
Anggap Saja Black Campaign Tapi Bukan Kampanye Hitam Melainkan Fakta!
Mungkin ini akan pahit bagi saya, dia dan mereka yang terlanjur jatuh hati dan bekerja keras untuk memenangkan PRABOWO-HATTA sebagai presiden RI. Tapi biarlah, sejatinya kami sudah kebal akan cemoohan dan maki-maki dari orang-orang di sebelah sana. Sejatinya itulah yang dinamakan jatuh 'cinta' yang mau tidak mau harus berani berkorban demi menjaga keutuhan NKRI, menjaga hak-hak umat islam yang mayoritas di indonesia ini lebih dari pada itu agar lancarnya misi perjalanan dakwah islamiyah ini di negeri ibu pertiwi ini, dan ini bisa kita capai jika yang memimpin bangsa ini orang yang tegas, berwibawa, berani dan bukan sebagai 'bneka' pihak-pihak tertentu, tentu kriteria itu semua hanya ada pada sosok PRABOWO SUBIANTO sebagai calon presiden RI dan bung HATTA RAJASA sebagai wakil presiden RI.
***********************
Pukul 10:00 pagi aku dan teman-teman berangkat ke UIN ALAUDIN Makassar, tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku, hanya butuh waktu sekitar 15 menit mengunakan sepeda motor untuk sampai ke sana. Sebenarnya kami agak terlambat karena acara sudah di mulai sejak pukul 09:00 pagi tadi. Tak terasa aku dan teman-teman sampai juga di tempat tujuan.
Kami pun segera menuju pintu lift, ku tekan tobl 7 dan lift pun mengantarkan kami ke lantai 7 tempat dimana di selenggarakannya work shop, di layar infokus tertulis "Multaqo Du'at Sulawesi Selatan - Ramadhan Bulan Kemenangan", sudah hadir 3 nara sumber yang kesemuannya dari jakarta. Kami pun segera mengisi absensi kehadiran lalu menempati kursi yang masih kosong.
***********************
Pada acara tersebut nara sumber membedah sosok 'misterius' tentang JOKOWI WIDODO serta siapa saja yang mem-beckupnya di belakang itu semua. Sebagaimana kita ketahui ibu Megawati pernah mengatakan bahwa "Jokowi adalah tak lain petugas partai", atau ada sebuah ungkapan seperti ini, Jokowi itu ibarat sebuah televisi samsung termahal dan terbagus pada zaman sekarang ini, dan ibu Megawati adalah orang yang memegang remotnya, akan tetapi sayang di ganti chanel apapun yang nongol adalah gambar PRABOWO-HATTA :D.
Mungkin kalian masih ingat beberapa bulan kemaren ada sebuah berita yang 'menjijikan' tentang "Air bekas cuci kaki Megawati diminum oleh salah satu orang yang pro PDI", ini sangat-sanat menjijikan ! sampai segitu kah Megawati dikultuskan?! Dan lalu kita bayangkan sosok JOKOWI yang statusnya sebagai petugas partai, tidak akan jauh beda dengan ungkapan-ungkapan dan gambaran-gambaran yang telah saya contohkan. Artinya, sehebat apa pun Jokowi masih hebat Megawati, seandainya Jokowi menjadi presiden maka sudah terbayangkan oleh kita semua kebijakan dan perintah siapakah yang akan di laksanakan oleh Jokowi, tentunya sudah pasti kebijakan dan perintahnya Megawati yang akan di laksanakan Jokowi yang tak lain Jokowi adalah petugas partai. DIa bukan lagi melaksanakan perintah amanah rakyat, UUD dan Pancasila. Sungguh mengerikan bukan!? Megawati adalah remot bagi Jokowi.
Mungkin masyarakat kita masih buta dan bisa jadi ini terjadi pada orang-orang di kubu Jokowi-JK, masih banyak yang belum tau bahwa JIL dan SYIAH internasinal membela mati-matian Jokowi untuk menjadi presiden RI. Sungguh di sayangkan bagi umat islam yang mendukung nomr urut 2, karena sejatinya umat islam inilah yang menjadi sasaran 'kejahatan' JIL dan SYIAH dan ini semua bisa terjadi jika Jokowi menang.
Bukan hanya itu saja, ketidak berpihakan Jokowi dan PDI terhadap umat islam i indonesia, kita lihat jumlah caleg yang Non muslim di PDIP sebanyak 183 orang, sungguh angka yang 'mengerikan'.
Bukan hanya itu saja, kita telah sama-sama tau bagaimana peran partai islam (PKS, PPP, PBB, PAN) di parlemen, pemerintahan khususnya di DPR orang-orang merekalah yang memperjuangkan undang-undang dan aturan yang berpihak kepada umat islam, untuk PKB menurut saya di sana sudah terlalu banyak orang JIL sehingga tak aneh jika PKB mendukung kubu Jokowi-JK tak lain untuk memuluskan misi-misi orang JIL la'natullah!. Seadangkan PDIP sendiri adalah partai yan menentang keras perda-perda yang berpihak kepada islam, mari kita lihat apa UU apa saja yang akan di hilangkan dan UU apa saja yang akan di goalkan jika Jokowi jadi presiden?
- UU Pendidikan (akan di hapus)
- UU Perbankan Syariah (akan di hapus)
- UU Anti Pornograpi (akan dihapus)
- UU Jaminan Halal (akan di hapus)
- Kesetaraan Gender (akan di goalkan)
- Menafikan peran lembaga amil zakat
Coba kita bayangkan belum jadi saja mereka sudah ambisius untuk menghancurkan NKRI dan umat islam di indonesia ini. Bukan hanya itu saja salah satu tokoh JIL ( Musdah Mulia) yg juga pendukung Jokowi-JK sudah mengatakan jika Jokowi jadi presiden kami akan menghapus perda-perda yg berpihak kepada umat islam tapi mendeskriditkan minoritas, menghalalkan Homo seksual, Lesbian, kawin beda agama, dan kesetaraan Gender serta menghapuskan UU HAM yg selama ini menjadi penghambat perjuangan Musdah mulia.
****************
SOLUSINYA ! tentu kita ingin presiden yang akan memimpin bangsa ini presiden yang keberpihakannya pada umat islam itu sangat besar serta berani mempertahankan keutuhan NKRI yg di dalamnya ada laut, dartan, buaya, agama, ekonomi dan rakyat indonesia, dan ini akan tercipta jika saya, kamu, kalian dan mereka memilih NO. 1 pada 9 Juli mendatang.
Mari di bulan ramadhan yg ajaib ini kita berdo'a semoga PRABOWO-HATTA menang!
Aamiin... ya Rabbal 'alamiin...
Posted in Artikel, Dunia Ukhwah, Ramadhan, Sharing
Kultum Perdana In Makassar
#HappyRamahan
Sedang asik makan malam ba'da magrib di sebuah meja bundar bersama kawan-kawan seperjuangan, terdengar bisik-bisik tetangga dari meja seberang makan.
"Untuk malam ini yang imam akh Sugeng dan yang kultum akh Muhaedi"
"Waduh... ane belum siap, mau bawa materi apa nanti maju!" protesku karena dadakan.
"Materinya bebas aja, karena ini awal ramadhan gampanglah ..." sahut Nuhin.
Sambil melahap makanan di mulut, pikiranku pun mulai liar mencari-cari kata dan materi yang nanti akan aku sampaikan di hadapan para jamaah shalat teraweh.
"Kultumnya pas kapan?" tanyaku.
"Jadi nanti habis shalat isya akan ada moderator kedepan menyampaikan maklumat termasuk yang kultum malam ini, tepatnya ente kultumnya ba'da shalat isya" aku pun hanya menggeleng, karena biasanya kultum itu ba'da teraweh waktu jeda sebelum shalat witir.
Tak terasa acara makan pun selesai.
************************
Azan isya pun berkumandang, dan aku masih membuka halaman demi halaman sebuah buku yang aku beli saat di jakarta berjudul 'Jalan Menuju Syurga'."Allahu akbar ! Allahu akbar !"
"Laa... ilaaha illallah..." azan pun usai dikumandangkan, ku tutup buku dan ku simpan dan sesegera aku memantaskan diri dengan pakaian koko dan kain tak ketinggalan peci kesayanganku.
Aku pun segera turun dari kamarku dan menuju masjid yang tak jauh dari tempat tinggalku, ku lihat jamaah sudah banyak yang datang meski masih banyak shaf yang masih kosong. Aku pun masuk dan mencari tempat lalu menunaikan shalat sunnah qobliyah isya.
Entah kenapa aku merasa grogi dan sedikit panas dingin saat iqomah di kumandangkan, itu bertanda shalat isya akan segera di tegakkan dan setelah itu aku maju mengisi kultum yang masih tak jelas apa judulnya, dag dig dug ! kurang lebih seperti itu yang aku rasakan.
***********************
"Assalamu'alaikum warahmatullah...." sahalat isya pun berakhir seolah begitu singkat aku rasa. Dekupan jantung pun semakin terasa olehku, aku pun berusaha tarik nafas dan berdo'a agar suapaya rileks dan tak gugup saat maju kedepan nanti.
"Jama'ah sekalian yang saya hormati, berdirinya saya di sini ingin menyampaikan beberapa maklumat," papar seorang moderator di hadapan jama'ah.
"Insyaallah kultum pada malam hari ini akan disampaikan oleh ust. Muhaedi dari jakarta" lanjut moderator.
"Kepada ust. Muhaedi kami persilahkan"
Seolah tak ada beban, aku pun maju tanpa memperulikan rasa grogi dan dekupan jantung perlahan tapi pasti yang membuatku kacau jika aku pedulikan, "masa bodo !" lirihku.
"Ramadhan bukan hanya merupakan bulan tarbiyah, yang mentarbiyah jiwa, jasmani maupun rohani, tapi di bulan ramdahan ada satu nilai yang harus kita junjung tinggi dan kita pertahankan, apa itu? yaitu nilai ukhwah islamiyah" penuh semangat berkobar.
"Perbedaan bukan saja ada, tapi kembali lagi bagaimana kita mensikapinya, tentunya perbedaan bukan menjadi ajang klaim 'paling benar' dan menganggap salah atau jauh dari kata benar. Justru perbedaan yang ada hsrus menjadi warna dalam hidup kita sebagai perekat ukhwah islamiyah" kembali aku menegaskan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga persaudaraan sesama muslim.
"Seorang muslim harus mencintai saudaranya sebagai wujud dari keimanannya, sebagaimana sabda rasulallah; "Tidak sempurna iman seserang sehingga ia mencintai sauaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (dengan kebaikan)" HR. Bukhori-Muslim.
Aku merasa seperti terbang, ringan terasa tangan ini, tak hanya bahasa lisan namun juga bahasa tubuh mnjadi bumbu dalam kultum prdanaku malam ini.
"Jama'ah sekalian, kita tentunya sudah sama-sama tau tujuan kita berpuasa, begitu jelas qur'an menatakan 'La'allakum tattaquun..' agar kita menjadi manusia yang bertaqwa, apa itu taqwa? menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah" tandasku.
Kulihat wajah-wajah jama'ah yang begitu antusias melihat dan mendenarkan apa yang aku sampaikan. Lebih bersyukur lagi ini adalah kultum peranaku di kota Makassar, kota tempat kelahirannnya cawapres no. urut 2 yaitu pak Jusuf Kalla, kota dimana terdapat pantai losari yang alhamdulillah aku bisa mengunjunginya tahun ini, sebelumnya hanya bisa melihat i majalah2 atau menonton di acara TV.
Ramadhan buatku adalah bukan sekedar puasa, tapi lebih dari itu ramadhan adalah bulan perenungan, mendekatkan diri pada sang kholik serta berambisi untuk menjadi peribadi yang lebih baik lagi.
#Salam Ramadhan
Posted in Cerpen, Dunia Ukhwah, Ramadhan
HAPPY RAMADHAN 1435 H
Tapi ramadhan kali ini berbeda sangat buatku, kalau ramdhan-ramadhan yang udah lewat, aku ramdhan bersama keluarga di jakarta, untuk tahun sekarang mau tidak mau aku harus ber-ramadhan sama teman-teman di kota Makassar sulsel. Buat aku sebenernya ga bermasalah, karena aku sudah terbiasa mandiri jauh dari keluarga, tapi dengan sbagian teman-temanku mereka kelihatan sedih ga bisa bareng keluarga besar. Tapi ga pake nangis juga kalee...
Untuk teman-teman dimana saja berada, aku dan teman-teman di makasaar sini minta maaf bila ada salah-salah kata, perbuatan dan prasaan buruk dalam hati sanubari mohon dimaafin yah, soalnya hari ahad kita memasuki awal ramadhan 1435 H.
"Kok yang laen udah puasa duluan sih!"
Kagak apa-apa, merka juga punya dalil dan ro'yu masing yang bisa di pertanggung jawabkan jadi buat kita yang puasanya besok ga usah iri yang penting kita jaga persatuan ukhwah islamiyyah kita.
Okelah kalau begitu selamat menunaikan ibadah puasa kels....
Diberdayakan oleh Blogger.



.jpg)







