Tampilkan postingan dengan label Dunia Ukhwah. Tampilkan semua postingan
SI KAYA YANG MENGINSPIRASI SAYA
Tulisan ini saya terinspirasi dari seorang teman yang dengannya saya akrab sampai detik ini, saya mengenalnya sejak dua tahun silam antara tahun 2012 an. Jujur saya kagum dengan kepribadiannya, kagum dengan cara bicaranya. Kalau saya mau gambarkan dia itu anak orang kaya profesi ayah dan ibunya adalah seorang dokter keduanya, logis jika kita katakan "Orang kaya bisa membeli apa yang dia mau, bisa tinggal di rumah mewah mana saja dan bisa makan mewah apa saja yang ada di dunia ini" mungkin sederhananya seperti itu analogi anak orang kaya. Secara umumnya saya melihat anak orang kaya itu rada menyebalkan meski tidak semua, kemana-mana pakaiannya serba keren, mahal dan ngikutin style yang sedang trendi di jaman sekarang. Kalo bepergian minimal dia naik kendaraan entah motor, mobil yang jelas ga mau jalan kaki aliyas ngetug kalo kemana-kemana. Style rambut style anak muda yang lagi trendi atau ngikutin idola kecintaan dia dan tidak sulit bagi anak orang kaya tinggal pergi ke tempat salon, selesai urusan. Sepatu, jarang banget anak orang kaya pake sepatu yang biasa saya pakai dulu yang merknya NB itu loh, paling banter harga sepatu anak orang kaya berkisar di angka 300 ribuan paling mahal sejuta keatas, kalo saya paling mikir-mikir dulu mau beli sepatu seharga segitu "Mau jajan apa lo besok? Mau makan apa lo besok ? kalo untuk Mahasiswa".
Untuk handphon, minimal anak orang kaya pegangannya Blackberry atau IPHON 5 pokoknya Hp yang harganya selangit yang kapan saja dia bisa ganti kalo ada Hp launching baru lagi. Saya aja sampai sekarang Hp masih Sony ericsson type jadul mau ganti Anrdroid kudu rela ga makan, dan harus nabung berbulan.
Itu gambaran saya tentang anak rang kaya selama ini, dan saya yakin masih banyak kriteria yang belum saya tulis di sini boleh nanti pembaca tambahkan di kolom komentar.
Sebut saja namanya Solah, dia anak orang kaya (menurut kaca mata hidup saya), ibu dan ayahnya berprofesi sebagai dokter dan anggota DPR (bayangin gaji seorang dokter dan DPR), dia tinggal di salah satu komplek atau perumahan ternama di daerah bogor, Alhamdulillah saya pernah di ajak maen ke kediamannya. Sepintas saya mengira dia itu seperti gambaran saya di atas, tapi ternyata kriteria di atas melenceng dan tiak berlaku buat teman saya yang satu ini, Solah.
Kalo tidak salah dia anak ke-2 dari 7 bersaudara, artinya dia punya kakak dan banyak adik. Umumnya anak orang kaya sekolahnya di sekolah elit waktu SMAnya, tapi Solah dia itu anak pesantren loh, pinter ngaji dan pandai bahasa arab juga loh plus guanteng kaya sakuteng belum mateng 'perfect boy'. Kebetulan saya satu kampus dan satu kelas sama dia plus satu tempat duduk di kelas, makannya saya tau banget soal dia. Anaknya efisien waktu banget, disiplin dan pengertian, dia kalo di kelas suka baca qur'an kalo dosen belum datang, btw hafalan dia lebih banyak dari saya :(. Enak di ajak ngobrol dan suka ngelawak.
Bicara kampus atau tempat kuliahan, siap-siap terkaget-kaget yah, jangan kedip tuh mata selama baca tulisan saya ini. lets read !
Solah terlahir dan hidup dalam serba kecukupan, rasanya tak ada yg kuran suatu apapun dalam hal materi. Selepas SMA di pesantren bogor, dia enggan berkuliah (ini pengakuan dia saat saya berbincang-bincang langsung sama dia), dia tidak tertarik dengan dunia perkuliahan, dia tidak tertarik dengan dunia kampus yang glamour seperti di layar-layar kaca, semangat untuk kuliahnya pupus saat dia mulai mencintai harga diri dan kesucian dirinya sebagai orang muslim, dia terlanjur falling in love terhadap ajaran agamanya, dia lebih senang dengan nilai-nilai agama yang di tanamkan guru-guru spiritualnya, sang murabbi saya menyebutnya. Jauh terasa saya membayangkan bagai jauhnya panggang dari apinya. Tahun 2012 ajaran baru akademik di buka, saya dan kawan saya ikut mendaftarkan diri untuk mencoba keberuntungan blajar di salah satu kampus yang bisa di katakan kampus terpencil, terkecil dan tidak banyak orang tau, ironisnya kampus itu berada di pinggiran ibu kota yang semakin ramai saja.
****************************
Alhamdulillah saya dan kawan sayapun di terima di kampus yang basicnya adalah berlandaskan dakwah, tentunya dakwah yang komprehensip tidak setengah-tengah. Kampus yang lulusannya terlahir sebagai seorang da'i yang bisa hidup dan bisa menghidupi orang lain, seorang da'i yang pintar politik, pintar agama, pintar ilmu sosial dan pintar berbisnis dan ini saya dapatkan di kampus bernama An-Nuaimy. Singkat cerita, sayapun menikuti ajaran baru di kampus tersebut, dan sayang kawan saya tidak bisa bergabung dengan saya karena dia di terima di Universitas Islam Madinah (UIM). Semester demi semester saya jalani dengan segala keterbatasan saya sebagai anak perantau yang memilki prinsip hidup "Dimanapun saya tinggal itu adalah rumah saya dan saya harus bisa mandiri".
Akhirnya Allah mempertemukan saya dengan Solah, seorang yang menjadi inspirasi buat saya ketika saya kalah dalam pertarungan dunia. Awalnya saya suka melihat dia di kampus, tapi saya belum tau namanya dan kepribadian dia secara utuh, dan saat itulah Allah izinkan saya berteman dengannya.
Kampus kami hanya sebidang tanah kecil di pinggiran ibu kota, kampus kami tidak luas hanya saja tinggi menjulang karena memiliki 4 lantai, bentuknya seperti kubus segi empat jika di lihat dari atas dan hanya memiliki 1 tempat olah raga baminton yang terletak di tengah-tengah antara kelas dan kantor dosen, ruang aula dan asrama mahasiswa, yah kami tinggal di asrama kampus, dan 1 lapangan bola, tidak jelas juga entah lapangan futsal atau lapangan boal besar, karena lpangan tersebut hanya beralaskan aspal kasar dan juga itu tempat parkir para mobil dan motor dosen. Jadi kalo ingin maen bola, kami harus rela menunggu kendaraan dosen sampai semuanya pergi dan baru bisa dipakai untuk main bola, ironiskan tapi tetap mensyukuri, kenapa? karena kampus kami gartis tis tis hanya di bebankan uang makan yang setiap bulan mahasiswa harus iuran 450.000 rupiah, ini juga yang membuat saya bersyukur dan kembali tersmotivasi dari sosok Solah si anak orang kaya yang relakuliah di kampus mungil yang tak sebrapa jumlah mahasiswanya, yang rela tidur bareng saya dan teman-teman di kamar asrama padahal bisa saja dia pualng ke rumahnya setiap hari, entah dia bawa motor atau bawa mobil dia sendiri. Sekali lagi saya terkejut dan merenung dengan sosok Solah ini.
*********************
Solah memiliki adik laki-laki yang sekarang dia kuliah di fakultas kedokteran, sebelumnya kakak perempuannya juga kuliah di Politeknik Negeri Jakarta, atau adiknya adik Solah yang sekarang sekolah plus pesantren modern yang cukup populer di daerah kuningan jawa barat, namanya pesantren khusnul. Lihat betapa beruntungnya mereka kakak dan adiknya Solah menikmati masa-masa belajarnya di univrsitas-universitas terkemuka di ibu kota, sedangkan Solah, tidak. Dia memilih kuliah di kampus yang belum jelas statusnya, terakreditasi saja belum bahkan untuk masalah skripsi saja saya dan Solah masih bingung buatnya, pasalnya kampus kami masih menginduk ke kampus lain.
Solah si anak kaya yang penuh sederhana, dia rela membaktikan jiwanya untuk agamanya, dia ingin menjadi pribadi da'i yang bisa merubah masyarkat menjadi msyarakat tarbiyyah islamiyah. Begitu kagum saya saat mendengar motto hidupnya ketika berbincang-bincang santai di kelas.
Pernah suautu hari, hari sabtu sore saya berencana maen ke rumah Solah, pakaiannya sederhana saat dia pergi kemana-mana, hanya bercelana training plus baju bola Barcelona kesayangannya ditambah topi hitam khas yang selalu dipakainya kemana-mana. Kami pun berangkat menaiki angkot mikrolet menuju slipi rencana kami akan naik busway dari slipi ke bogor tapi bukan busway yang biasa di DKI, busway khusus angkutan ke Bogor kalo tidak salah namanya BPJB, sejenis busway. Harga tiketnya pun 12.000 rupiah berbeda dengan tiket busway pada umumnya, karena BPJB ini khusus ankutan Bogor-Jakarta.
Sepanjang jalan menuju Slipi kami hanya ngobrol ringan, macam-macam topiknya, masalah agama, masalah Gaza dan Palestina sampai masalah tugas kampus yang belum kelar di kerjakan.
"Kiri bang" Solah meminta sopir berhenti.
"Berapa lah ongkosnya?" tanyaku.
"6000, udah biar ane aja yang bayar" jawabnya.
"Syukran yeh..." sahutku bahagia di bayarin :)
Kami pun naik BPJB malam itu, jalanan begitu ramai, di tambah pendar-pendar lampu jalanan dan kendaraan semakin menambah exsotisme perjalanan malam itu ke Bogor. Kami pun terpaksa berdiri karena tak dapat kursi duduk, semuanya terisi. Aku pun berdiri di tiang dekat pintu sambil melihat keramaian sepanjang jalanan malam. Mataku berputar meliaht setiap penumpang malam itu, saat semua orang di dalam busway BPJB sibuk, ada yang nge-game, chating facebook, ngetwit status di twitter, ada juga yang sibuk browsing cari-cari informasi dengan smartphon masing-masing, "Inilah dunia, manusia hidup dalam kegelamoran patamorgana yang fana" bisikku alam hati, ku lihat sahabatku Solah telah asik dengan kantuknya, dia duduk di bibir pintu busway sambil menekuk palanya pada kedua lututnya, perlahan aku perhatikan dan bertanya pada diriku sendiri, "Astaghfirullah, tuhan ampunilah saya, slama ini saya sombong dengan apa yang saya punya, padahal itu semata-mata pemebrianMu, lihat temanku tuhan, dia anak orang kaya, tapi derajat kekayaannya tidak membuatnya angkuh dan sombong, dia sederhana tidak ku lihat sesuatu yang mencirikan dia anak orang kaya yang ayah-ibunya seorang dokter dan anggota DPR, tidakkah orang di dalam busway ini tak mengenalinya? tidak tau kalo dia anak seorang dokter dan anak seorang DPR? butakah manusia atau memang tidak tau karena kesedehanaannya menutupi status sebenarnya" hatiku mngoceh tak karuan, memuji tuhan dan sekaligus memohon ampunanya. Busway BPJB kami pun menderung menarungi perjalanan malam itu, bremmmmmmm.
**********************
Kami pun sampai di bibir jalan tempat dimana kami akan turun, komplek rumah Solah tidak jauh dari tempat kami turun, jadi kami menyusuri jalan malam itu sambil ngobrol mengisi kesepian. Ku lihat pos ronda di depan tapi entah tak kulihat satpam yang berjaga malam itu, kami pun terus berjalan. Sesampainya di tengah
perjalanan kami mampir dulu di Alfamart samping jalan, Solah dan aku membeli beberapa makanan ringan, cemilan dan Pop mie untuk kami santap sesampainya di rumah Solah, lagi-lagi semua belanjaan di bayarin lagi oleh Solah, tak henti-hentinya aku memuji tuhan yang tengah berbaik hati kepadaku malam itu.
"Masih jauh lah rumah ente?"
"Kagak bentar lagi, belok depan nyampe dech" terangnya.
Benar saja hanya belok ke kanan, dan sampailah kami di rumah Solah.
Aku pun sejenak berdiri di depan gerbang rumahnya, melihat keadaan rumahnya dari bawah sampai atas, lampu depan sedikit temaram dan sepi tak ada orang rumah, hanya terparkir mobil berwarna hitam Avanza.
Solah yang sejak tai sibuk pencet bell dan salam, akan tetapi tidak ada tanda-tanda pintu akan dibuka. Ku lihat jam di Hp-ku, ternyata sudah jam satu malam,
"Udah tidur kali lah, ini udah jam berapa coba, jam satu nih liat" aku pun mencoba memperlihatkan jam di Hp-ku. Solah pun terus mencoba membangunkan orang rumah tapi tak ada reaksi sama sekali, akhirnya dia mengambil Hp di sakunya, dan menelpon ibunya tapi tak di angkat juga. Solah pun mencek BBMnya, ternyata dia menapat BBM dari keluarganya, bahwa Abi dan Ibunya sedang pergi keluar kota ada acara, ibunya hanya menitipkan kunci dekat rak sepatu samping pintu.
"Hemm... orang rumah pergi semua, untung ada kunci" katanya. Kami pun segera membuka pintu dan masuk.
"Kalo mau makan, dapur di sana. Kamar mandi itu", kata Solah tangannya sambil menunjuk arah.
"Kamar ente dimana?" tanyaku.
"Lantai tiga, yuk naik sekalian istirahat, apa mau maen PES dulu?" ajaknya.
"Ada PES lah di kamar ente? wah boleh dah maen dulu kita" seruku.
**********************
Malam itu pun sangat seru, pasalnya aku kalah terus maen PES sama dia, bahkan sampai 8-0 skornya.
"Aduh... sue, kalah terus ane, ini PES 2 sih ane kagak bisa maen PES 2" alasanku ngeles.
"Oh... gitu, ane juga kagak bisa maen, ini lagi beruntung aja" dia pun merendah.
Jam dinding pun menunjukan hampir jam tiga malam, rasa kantukpun atang menyerang kami.
"Duh... ngantuk nih, istirahat dulu yuk tar subuh kesiangan lagi" kataku.
"Yaudah, matiin aja PESnya tar pagi maen lagi, siap-siap dibantai !" katanya meledekku.
Malam yang seru dan melelahkan itu pun berakhir di atas ranjang empuk plus slimut tebal dan AC yang sejuk. Zzzzzzzzzz.....
Pagi menyambut kami. Dan kami masih tertidur nyenyak, ku ambil Hp tak jauh dari tempat tidurku, ku lihat jam setengah enam. Kami pun bangun dan langsung berwudhu dan shalat subuh berjamaah di kamar. Ayah Solah pun datang dengan membawa nasi uduk, aku pun bersalaman sambil menebar senyum akrab.
*********************
Tak terasa waktu sudah sore, rencana saya akan pulang ke Jakarta malam itu ba'da shalat maghrib.
"Lah ane balik abis shalat maghrib aja, biar ga kemaleman di jalan"
"Yaudah kita shalat dulu aja, tar ane anterin pake mobil sampe terminal"
Kami pun shalat mahrib berjama'ah.
Sebelum pulang aku pun merapihkan kamar. Seketika aku ingat pesan teman saya dari kamboja yang ada di kampus, pintanya jangan lupa bawain mangga. kebtulan di beranda rumah Solah terapat pohon mangga yang sudah berbuah.
"Lah... si Basri mesn mangga tuh, bawain ga ya?" kataku.
"Yaudah kita ambilin aja, bawain kasian tar nanyain lagi" sahutnya. Mangga pun berhasil kami ambil dan aku memasukannya ke dalam tas. Aku pun bersiap-siap cabut pulang ke Jakarta, sedangkan Solah sibuk memarkir mobil Avanzanya untuk mengantarkan aku ke perimpangan jalan BPJB.
"Yuk naik," pintanya.
"Wah enak ya udah bisa nyetir mobil, sejak kapan ente bisa bawa mobil?" tanyaku kagum.
"Waktu SMP ane udah di ajarin sama ortu, makannya bisa bawa mobil dech."
"Wah.. kapan2 ajarin ane ya, biar bisa juga hehehe" rayuku.
"Tenang aja, tar juga ada waktunya ente bisa bawa mobil", tuturnya.
"Lah ngkosnya berapa kesana?"
"Nih... duit pegang, cukup tuh lima puluh ribu buat ongkos kesana, sisanya ambil aja buat ente" sudah kesekian kalinya aku melihat kebaikannya padaku, dan kesekian pula aku memuji tuhan yang Maha baik. Sungguh baik dan dermawan sahabatku ini, aku pun bersyukur di pertmukan orang seperti dia.
Banyak orang yang kita kenal dalam hidup ini, tapi betapa sedikitnya orang yang memiliki kebaikan hati dan sifat dermawan. Aku hanya berdo'a untuk sahabatku ini, semoga Allah membalas kebaikannya, serta mengabulkan segala cita-citanya. Aamiin....
Posted in Cerpen, cinta, Dunia Ukhwah
Oh.. Palestina Maafkan Kami Melupakanmu
Palestina oh... palestina, maafkan kami umat islam di indonesia sejenak meluapakanmu di sana. Sungguh kami menyesal telah melupakanmu hanya karena di negeri kami sedang terjadi hiruk pikuk soal pemilihan presiden yang akan memimpin negeri kami 5 tahun kedepan. Kau ingin mendengar berita dari negeri kami? pasti kau ingin mendengar meski bukan cerita yang ingin kau dengar melainkan tindakan nyata kami. Izinkan kami bercerita kepadamu wahai palestinaku.
"Indonesia, yah sebuah negeri yang untuk memerdekakannya butuh pengrbanan luar biasa, nyawa, harta benda dan darah para bapak, ibu dan pejuang negeri ini ditumpahkan untuk menebus negeri ini dari jajahan para penjajah. 350 tahun kami dijajah, bayangkan bagaimana dulu orang tua kami yang mengkhawatirkan anak-anak gadisnya di culik, diperkosa, dijual dan dibunuh dengan mengenaskan. Terlalu mengerikan untuk kami sebagai generasi negeri ini memikirkan dan membayangkannya. Mungkin orang tua kami dulu tak sempat tidur pulas karena banyak pemberontakan dimana-mana. Indonesia, ya sebuah negeri yang banyak rang mengatakan surganya dunia, karena segala macam-macam rempah ada di indonesia, inilah motivasi tangan-tangan penjajah datang dan menhancurkan negeri kami yang kaya untuk menguasai kekayaan negeri kami yang ada.
Alhamdulillah... berkat pertolongan Allah SWT., perjuangan keras para mujahid negeri ini akhirnya terwujud, tahun 1945 atau bertepatan dengan 17 ramadhan Indonesia berani mengangkat suara dan memproklamirkan kemerekaan negaranya kepada seluruh dunia di tengah-tengah sedang memanasnya situasi dalam dan luar negeri. Hai palestina kamu tau kenapa kami sangat mencitai dan menghrmatimu? bukan hanya kita sama-sama beragama islam, bukan hanya kita memiliki panduan kitab yang satu, bukan hanya nabi kita satu, bukan hanya kiblat kita satu, bukan hanya tuhan kita satu, bukan hanya sejarah islam kita satu, tapi lebih dari itu kaulah Palestina negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia negeri kami tercinta disaat negara-negara lain membenci dan enggan mengakui kemerdekaan Indonesia, tapi Kau Palestina suara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu kami berhutang budi pada anda, sampai kapanpun kami akan tetap membela kau palestina meski negara-negara lain 'jijik' dan enggan membela hak-hakmu di tanah alquds palestina.
Kini nasib bangsa kami sedang diperebutkan oleh dua sosok yang sungguh jauh berbeda seperti langit dan bumi. Negeri kami sedang menghadapi peperangan luar biasa, isu SARA dan isu-isu masa lalu sedang heboh di negeri kami untuk saling menjatuhkan satu sama lainnya. Perang ideologi juga hidup di sini. Kami umat islam indonesia takut dan khawatir jika pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin boneka Zionis Israel, Yahudi dan Amerika Serikat dan sekutunya yang tidak akan berpihak terhadap perjuangan dakwah islam di negeri kami tercinta, kami khawatir akan itu semua. Dalam kondisi yg sama kami pun slalu optimis bahwa sosok yang kami dukung akan memberi ruang bagi perjuangan dakwah islam nusantara ini, insyaallah pemimpin yang kami dukung keberpiahakan terhadap islam luar biasa. Kami minta doamu wahai palestinaku."
Mungkin itu sedikit cerita dan celotehan kami, semoga kau mendengarnya disana.
Sekali lai kami minta maaf atas kelalaian kami melupakanmu sejenak. Di saat kami disini asik menjalankan puasa ramadhan penuh dengan ketenagan dan ketentraman, jamuan-jamuan yang setiap hari berganti memenuhi perut-perut kami, dan kau Palstinaku di sana, kau menjadi bulan-bulanan para pencari tanah dan penjajah zionis Israel, Yahudi dan Amrika, diam-diam kau di berangusnya, kau di teror, kau di hujani peluru, dibakar rumah-rumah pemukiman yang tak berdosa, dirampas harta benda, di ambil paksa anak-anak kecil, bayi dan para wanita lalu dibinasakan dengan pleuru-peluru neraka. Oh... kami tak bisa membayangkan itu semua wahai Palestinaku, sekali lagi maafkan kami. Belum cukup itu semua disaat ramadhan seperti ini, kalian berpuasa menahan lapar dan dahaga, dan kami tau bukan saja kalian berpuasa di bulan ramadhan tapi setiap hari, setiap minggu, setiap, bulan dan setiap tahun kalian berpuasa menahan lapar dahaga sambil di hujani peluru-pluru dari neraka menembus perut, kepala, jantung dan rumah-rumah kalian yang begitu amat sederhana. Oh... Palestinaku, sekali lagi maafkan kami.
Besar harapan kami, pemimpin yang akan memimpin negeri kami mmbawa angin segar untuk kalian rakyat palestinaku. Aamiin.....
Posted in Dunia Ukhwah, Palestina, racau, Ramadhan, Sharing
Proklamasi 9 Ramadhan 1435 H
"Gambar di atas adalah hasil editan saya dengan photoshop CS3, lumayanlah... meski tidak sebagus aslinya saya sebagai penggemar dan sekaligus pendukung Prabowo-Hatta sangat puas, mungkin juga anda menikmatinya :D."Ramadhan tahun ini sungguh luar biasa, bukan saja keimanan umat islam di uji secara spiritual tapi di waktu yang sama rakyat indonesia di hadapkan pada dua sosok yang berbeda 360 derajat. Tidak di pungkiri setiap knstituen dan pendukung masing-masing capres ramadhan kali ini di sibukan untuk merancang strategi kemenangan masing-masing capres. Tidak mengapa asal jangan sampe ngelanggar syariat terus batal deh puasa dan pahala puasanya, tapi ga tau deh kubu sebelah maen fair apa ga, "suudzhan loh..!"
Mudah-mudahan ramadhan tahun ini juga menjadi momentum kemenangan bagi capres NO. 1, aamiin... pasalnya Indonesia merdeka pertama kali di bulan ramadhan. Kita tau banyak kesamaan antara Soekarno dan Prabowo, sama-sama militer dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Pokoknya 9 ramadhan nanti akan menjadi momentum kemenangan untuk Prabowo-Hatta, dan pembacaan Proklamasi akan kembali terulang.
"Sejarah pasti akan terulang, hanya waktu dan pemerannya saja yang berbeda!"
Posted in Dunia Blogger, Dunia Ukhwah, Ramadhan, Sharing
Anggap Saja Black Campaign Tapi Bukan Kampanye Hitam Melainkan Fakta!
Mungkin ini akan pahit bagi saya, dia dan mereka yang terlanjur jatuh hati dan bekerja keras untuk memenangkan PRABOWO-HATTA sebagai presiden RI. Tapi biarlah, sejatinya kami sudah kebal akan cemoohan dan maki-maki dari orang-orang di sebelah sana. Sejatinya itulah yang dinamakan jatuh 'cinta' yang mau tidak mau harus berani berkorban demi menjaga keutuhan NKRI, menjaga hak-hak umat islam yang mayoritas di indonesia ini lebih dari pada itu agar lancarnya misi perjalanan dakwah islamiyah ini di negeri ibu pertiwi ini, dan ini bisa kita capai jika yang memimpin bangsa ini orang yang tegas, berwibawa, berani dan bukan sebagai 'bneka' pihak-pihak tertentu, tentu kriteria itu semua hanya ada pada sosok PRABOWO SUBIANTO sebagai calon presiden RI dan bung HATTA RAJASA sebagai wakil presiden RI.
***********************
Pukul 10:00 pagi aku dan teman-teman berangkat ke UIN ALAUDIN Makassar, tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku, hanya butuh waktu sekitar 15 menit mengunakan sepeda motor untuk sampai ke sana. Sebenarnya kami agak terlambat karena acara sudah di mulai sejak pukul 09:00 pagi tadi. Tak terasa aku dan teman-teman sampai juga di tempat tujuan.
Kami pun segera menuju pintu lift, ku tekan tobl 7 dan lift pun mengantarkan kami ke lantai 7 tempat dimana di selenggarakannya work shop, di layar infokus tertulis "Multaqo Du'at Sulawesi Selatan - Ramadhan Bulan Kemenangan", sudah hadir 3 nara sumber yang kesemuannya dari jakarta. Kami pun segera mengisi absensi kehadiran lalu menempati kursi yang masih kosong.
***********************
Pada acara tersebut nara sumber membedah sosok 'misterius' tentang JOKOWI WIDODO serta siapa saja yang mem-beckupnya di belakang itu semua. Sebagaimana kita ketahui ibu Megawati pernah mengatakan bahwa "Jokowi adalah tak lain petugas partai", atau ada sebuah ungkapan seperti ini, Jokowi itu ibarat sebuah televisi samsung termahal dan terbagus pada zaman sekarang ini, dan ibu Megawati adalah orang yang memegang remotnya, akan tetapi sayang di ganti chanel apapun yang nongol adalah gambar PRABOWO-HATTA :D.
Mungkin kalian masih ingat beberapa bulan kemaren ada sebuah berita yang 'menjijikan' tentang "Air bekas cuci kaki Megawati diminum oleh salah satu orang yang pro PDI", ini sangat-sanat menjijikan ! sampai segitu kah Megawati dikultuskan?! Dan lalu kita bayangkan sosok JOKOWI yang statusnya sebagai petugas partai, tidak akan jauh beda dengan ungkapan-ungkapan dan gambaran-gambaran yang telah saya contohkan. Artinya, sehebat apa pun Jokowi masih hebat Megawati, seandainya Jokowi menjadi presiden maka sudah terbayangkan oleh kita semua kebijakan dan perintah siapakah yang akan di laksanakan oleh Jokowi, tentunya sudah pasti kebijakan dan perintahnya Megawati yang akan di laksanakan Jokowi yang tak lain Jokowi adalah petugas partai. DIa bukan lagi melaksanakan perintah amanah rakyat, UUD dan Pancasila. Sungguh mengerikan bukan!? Megawati adalah remot bagi Jokowi.
Mungkin masyarakat kita masih buta dan bisa jadi ini terjadi pada orang-orang di kubu Jokowi-JK, masih banyak yang belum tau bahwa JIL dan SYIAH internasinal membela mati-matian Jokowi untuk menjadi presiden RI. Sungguh di sayangkan bagi umat islam yang mendukung nomr urut 2, karena sejatinya umat islam inilah yang menjadi sasaran 'kejahatan' JIL dan SYIAH dan ini semua bisa terjadi jika Jokowi menang.
Bukan hanya itu saja, ketidak berpihakan Jokowi dan PDI terhadap umat islam i indonesia, kita lihat jumlah caleg yang Non muslim di PDIP sebanyak 183 orang, sungguh angka yang 'mengerikan'.
Bukan hanya itu saja, kita telah sama-sama tau bagaimana peran partai islam (PKS, PPP, PBB, PAN) di parlemen, pemerintahan khususnya di DPR orang-orang merekalah yang memperjuangkan undang-undang dan aturan yang berpihak kepada umat islam, untuk PKB menurut saya di sana sudah terlalu banyak orang JIL sehingga tak aneh jika PKB mendukung kubu Jokowi-JK tak lain untuk memuluskan misi-misi orang JIL la'natullah!. Seadangkan PDIP sendiri adalah partai yan menentang keras perda-perda yang berpihak kepada islam, mari kita lihat apa UU apa saja yang akan di hilangkan dan UU apa saja yang akan di goalkan jika Jokowi jadi presiden?
- UU Pendidikan (akan di hapus)
- UU Perbankan Syariah (akan di hapus)
- UU Anti Pornograpi (akan dihapus)
- UU Jaminan Halal (akan di hapus)
- Kesetaraan Gender (akan di goalkan)
- Menafikan peran lembaga amil zakat
Coba kita bayangkan belum jadi saja mereka sudah ambisius untuk menghancurkan NKRI dan umat islam di indonesia ini. Bukan hanya itu saja salah satu tokoh JIL ( Musdah Mulia) yg juga pendukung Jokowi-JK sudah mengatakan jika Jokowi jadi presiden kami akan menghapus perda-perda yg berpihak kepada umat islam tapi mendeskriditkan minoritas, menghalalkan Homo seksual, Lesbian, kawin beda agama, dan kesetaraan Gender serta menghapuskan UU HAM yg selama ini menjadi penghambat perjuangan Musdah mulia.
****************
SOLUSINYA ! tentu kita ingin presiden yang akan memimpin bangsa ini presiden yang keberpihakannya pada umat islam itu sangat besar serta berani mempertahankan keutuhan NKRI yg di dalamnya ada laut, dartan, buaya, agama, ekonomi dan rakyat indonesia, dan ini akan tercipta jika saya, kamu, kalian dan mereka memilih NO. 1 pada 9 Juli mendatang.
Mari di bulan ramadhan yg ajaib ini kita berdo'a semoga PRABOWO-HATTA menang!
Aamiin... ya Rabbal 'alamiin...
Posted in Artikel, Dunia Ukhwah, Ramadhan, Sharing
Kultum Perdana In Makassar
#HappyRamahan
Sedang asik makan malam ba'da magrib di sebuah meja bundar bersama kawan-kawan seperjuangan, terdengar bisik-bisik tetangga dari meja seberang makan.
"Untuk malam ini yang imam akh Sugeng dan yang kultum akh Muhaedi"
"Waduh... ane belum siap, mau bawa materi apa nanti maju!" protesku karena dadakan.
"Materinya bebas aja, karena ini awal ramadhan gampanglah ..." sahut Nuhin.
Sambil melahap makanan di mulut, pikiranku pun mulai liar mencari-cari kata dan materi yang nanti akan aku sampaikan di hadapan para jamaah shalat teraweh.
"Kultumnya pas kapan?" tanyaku.
"Jadi nanti habis shalat isya akan ada moderator kedepan menyampaikan maklumat termasuk yang kultum malam ini, tepatnya ente kultumnya ba'da shalat isya" aku pun hanya menggeleng, karena biasanya kultum itu ba'da teraweh waktu jeda sebelum shalat witir.
Tak terasa acara makan pun selesai.
************************
Azan isya pun berkumandang, dan aku masih membuka halaman demi halaman sebuah buku yang aku beli saat di jakarta berjudul 'Jalan Menuju Syurga'."Allahu akbar ! Allahu akbar !"
"Laa... ilaaha illallah..." azan pun usai dikumandangkan, ku tutup buku dan ku simpan dan sesegera aku memantaskan diri dengan pakaian koko dan kain tak ketinggalan peci kesayanganku.
Aku pun segera turun dari kamarku dan menuju masjid yang tak jauh dari tempat tinggalku, ku lihat jamaah sudah banyak yang datang meski masih banyak shaf yang masih kosong. Aku pun masuk dan mencari tempat lalu menunaikan shalat sunnah qobliyah isya.
Entah kenapa aku merasa grogi dan sedikit panas dingin saat iqomah di kumandangkan, itu bertanda shalat isya akan segera di tegakkan dan setelah itu aku maju mengisi kultum yang masih tak jelas apa judulnya, dag dig dug ! kurang lebih seperti itu yang aku rasakan.
***********************
"Assalamu'alaikum warahmatullah...." sahalat isya pun berakhir seolah begitu singkat aku rasa. Dekupan jantung pun semakin terasa olehku, aku pun berusaha tarik nafas dan berdo'a agar suapaya rileks dan tak gugup saat maju kedepan nanti.
"Jama'ah sekalian yang saya hormati, berdirinya saya di sini ingin menyampaikan beberapa maklumat," papar seorang moderator di hadapan jama'ah.
"Insyaallah kultum pada malam hari ini akan disampaikan oleh ust. Muhaedi dari jakarta" lanjut moderator.
"Kepada ust. Muhaedi kami persilahkan"
Seolah tak ada beban, aku pun maju tanpa memperulikan rasa grogi dan dekupan jantung perlahan tapi pasti yang membuatku kacau jika aku pedulikan, "masa bodo !" lirihku.
"Ramadhan bukan hanya merupakan bulan tarbiyah, yang mentarbiyah jiwa, jasmani maupun rohani, tapi di bulan ramdahan ada satu nilai yang harus kita junjung tinggi dan kita pertahankan, apa itu? yaitu nilai ukhwah islamiyah" penuh semangat berkobar.
"Perbedaan bukan saja ada, tapi kembali lagi bagaimana kita mensikapinya, tentunya perbedaan bukan menjadi ajang klaim 'paling benar' dan menganggap salah atau jauh dari kata benar. Justru perbedaan yang ada hsrus menjadi warna dalam hidup kita sebagai perekat ukhwah islamiyah" kembali aku menegaskan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga persaudaraan sesama muslim.
"Seorang muslim harus mencintai saudaranya sebagai wujud dari keimanannya, sebagaimana sabda rasulallah; "Tidak sempurna iman seserang sehingga ia mencintai sauaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (dengan kebaikan)" HR. Bukhori-Muslim.
Aku merasa seperti terbang, ringan terasa tangan ini, tak hanya bahasa lisan namun juga bahasa tubuh mnjadi bumbu dalam kultum prdanaku malam ini.
"Jama'ah sekalian, kita tentunya sudah sama-sama tau tujuan kita berpuasa, begitu jelas qur'an menatakan 'La'allakum tattaquun..' agar kita menjadi manusia yang bertaqwa, apa itu taqwa? menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah" tandasku.
Kulihat wajah-wajah jama'ah yang begitu antusias melihat dan mendenarkan apa yang aku sampaikan. Lebih bersyukur lagi ini adalah kultum peranaku di kota Makassar, kota tempat kelahirannnya cawapres no. urut 2 yaitu pak Jusuf Kalla, kota dimana terdapat pantai losari yang alhamdulillah aku bisa mengunjunginya tahun ini, sebelumnya hanya bisa melihat i majalah2 atau menonton di acara TV.
Ramadhan buatku adalah bukan sekedar puasa, tapi lebih dari itu ramadhan adalah bulan perenungan, mendekatkan diri pada sang kholik serta berambisi untuk menjadi peribadi yang lebih baik lagi.
#Salam Ramadhan
Posted in Cerpen, Dunia Ukhwah, Ramadhan
Safari Dakwah #Makasar Part 1
"Ed ! Ed ! Edi bangun !" Suara itu membuatku terbangun dari tidurku, kaget!.
"Emang jam berapa akh Sugeng sekarang?" mataku masih terkesiap, perlahan aku terbangun sambil ku kucek-kucek mataku.
"Jam setengah tiga kurang, buruan bangun ! jam tiga kita berankat"
"Iya iya... yang lain udah pada bangun? akh Iful sama Rahmat"
"Udah, tinggal ente aja nih, makannya buruan bangun ada waktu setenah jam lagi buat prepare, kemas baran-barang ente yang belum dikemas"
"Iya nanti ane mau mandi dulu"
"Ok, GPL (ga pak lama)"
Jujur saja aku masih ngantuk sebenarnya, aku tidur terlalu larut malam karena ada pertandingan piala dunia antara Argentina vs Nigeria. Argentina keluar sebagai pemenang.
"Seger...."
"Dah mandi ente?"
"Udah lah.... taksinya duah dateng belum geng?
"Nih lagi mau ane telpon, kalo dah dikemas barang-barang ente, langsung aja bawa ke bawah aja"
*********************
Jam di Hp-ku menunjukan pukul 02:55 pagi, dua taksi putih sudah datang menunggu di halaman depan kampusku. Pagi ini bukan saja Aku, Sugeng, Rahmat dan Saiful yang akan chek in ke bandara Soekarno, ikut juga pagi ini Fatoni dan Zulfan. Rencanya Fatoni akan terbang ke kota Jambi dan Zulfan ke Aceh, sedangkan aku dan 3 temanku terbang ke kota Makasar.
"Toni, Zulfan sama ane di taksi ini" kata ku sambil menutup bagasi taksi.
"Ya udah Rahmat, Saiful sama ane" sahut Sugeng.
Tepat pukul 03:00 pagi taksi yang kami tumpangi perlahan melaju dan meninggalkan halaman kampus kami.
Pendar-pendar lampu malam menghiasi perjalanan kami sepanjang jalan, tak lama taksi yang kami naiki memasuki tol dan melaju begitu cepat.
"Fan, kirain ane ente ke Jandal bekasi" kataku pada Zulfan.
"Iya sih tadinya ane mau ke Jandal, tapi gara-gara syekh Fuad ane ga jadi ke Jandal malah di suruh ke Aceh" jawab Zulfan dengan sedikit rasa penyesalan di wajahnya.
Sepanjang jalan aku hanya bercakap-cakap dengan Zulfan, sedangkan Fatoni melanjutkan tidurnya yang berada di depan, samping pak sopir.
Dan taksi pun melaju cepat mengiris jalan.
***********************
Pukul 04:10 pagi kami tiba di bandara Soekarno-Hatta tepat di pintu masuk armada Sriwijaya Air.
"Alhamulillah, sampai juga kita" tuturku.
"Mas silahkan periksa dulu barang-barang bawaanya, takut ada yang ketinggalan di bagasi atau di dalam taksi" kata pak Hanif memberi tau kami.
"Akh Toni tolong ambilin troly tuh!" perintah Rahmat sambil menunjuk ke arah Troly.
Dengan sekejap troly pun penuh dengan koper, tas dan dus. Kami pun segera menuju ke tempat pembelian tiket untuk menukarkan kode boking tempat yang sbelumnya sudah kami bayar tapi belum sempat di print out. Lepas dari situ, kami menuju tempat penimbangan barang-barang bawaan yang hendak di taruh di bagasi pesawat, satu persatu koper dan dus kami di timbang, sedangkan tas dan barang bawaan yang sekiranya enteng kami bawa ke kabin pesawat.
Usai semua tas dan barang--barang kami melewati chek scurity, kami pun berlanjut menuju boaring pass dan membayar dengan uang Rp. 40.000 rupiah. Usai selesai boarding pass kami semua duduk di tempat tunggu pemberangkatan sambil menonton pertandinan piala dunia antara Francis vs Equador yang berhasil imbang 0-0 sampai laga usai.
Sekian menit menunggu, terengar suara pemberitahuan bahwa armada kami akan segera berangkat. Aku dan teman-temanku segera berjalan cepat untuk antisipasi mengantri di pintu pemeriksaan tiket masuk.
Pukul 04:30 pagi armada pesawat kamipun lepas landas membumbung di angkasa. Sempat merasa shok dadaku saat pesawat menjulang dan menanjak tinggi karena ini awal pertama kalinya aku naik pesawat.
Sungguh bgitu indah kekuasaan Tuhan saat kami berada di atas awan, begitu indah awan untuk di saksikan mata telanjang.
Pukul 09.10 pagi kami pun tiba di airport sultan hasanudin dengan selamat dan tanpa kurang suatu apapun.
Lewat perjalanan ini, aku hanya ingin mengatakan betapa menyenangkan perjalanan dakwah ini.
Posted in Dunia Ukhwah, Menulis lepas, racau, Sharing
Apa Itu Ukhwah ?
Ada yang bertanya kepada saya, apa itu ukhwah samakah dengan arti sahabat ? saya hanya tersenyum kemudian saya menjelaskan apa yang saya tahu. Aku bertanya padanya, apa pendapat anda jika anda melihat tiga ekor kucing makan dala satu piring yang hanya berisikan lauk pauk ikan asin saja dan itu hanya baunya saja tidak tampak secara utuh dagingnya karena di remes-remes oleh pemiliknya, hanya sisa baunya saja dan mereka bertiga memakannya dalam keadaan tenang tidak perang satu sama lain ? orang itu menjawab, "kucingnya akur, rukun satu sama lain". Antum bener, tapi ukhwah di antara manusia berbeda dan lebih dalam makna dari hanya sekedar kucing yang makan bareng dalam satu piring, dan berbeda pula
Posted in Dunia Ukhwah, Menulis lepas, Sharing
Do You Want Jannah ?
Manusia muslim mana yang tak ingin masuk surga ? sering kita survei dalam sebuah majlis taklim atau acara keagamaan pada umumnya, ketika seorang pemuka agama menanyakan mau surga atau neraka ? pasti semua jawbannya serentak memilih surga. mungkin ada juga yang tidak jawab, bukan berarti ia bingung atau tidak memilih keduanya, mungkin saja dia bercermin pada dirinya, "apakah pantas manusia sepertiku tempatku di surga ?".
Surga, ya itulah sebuah tempat kembali yang kekal hakiki di alam sana, yang semua orang mendambakannya. Tanpa terkecuali orang yang tak pernah beribadah, suka teler di jalan tengah malam bahkan mereka yang bukan muslimpun mengharapkan surga, tapi entah surga yang seperti apa yang ada dalam benak mereka ?
Posted in Dunia Ukhwah, Menulis lepas
I'tikaf Ramadhan
Assalamu’alaikum… salam sejahtera buat kita semua yang masih
istiqomah berpuasa di hari yang ke 24 kalo ga salah “ya bener”, buat loh yang
merasa jantan alias laki-laki gw harap masih rapet puasanya, “Suer bro aku masih ting-ting alias masih rapet
puasanya” idih… jijai deh bahasa loh kaya waria di taman lawing :D. Kalo buat
kaum hawanya (cewe) gw bisa maklumin, mungkin dah pada bolong puasanya, mereka
rutin tiap sebulan sekali kedatangan tamu dari negeri jiran yang ga bisa di
tolak kedatangannya, “Siapa tuh?” itu tuh Mrs. M, “Apaan tuh M?” mencret ! eh salah maksud gw menstruasi.
Duh sory sory, kenapa gw jadi ngomongin begituan, mana lagi
puasa lagi, “Ampuni dosa hambaMu ini ya Tuhan…”.
Posted in Dunia Ukhwah, Sharing
Diberdayakan oleh Blogger.










