Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
PEMBALUT ZIONIS ISRAEL
Anggap Saja Black Campaign Tapi Bukan Kampanye Hitam Melainkan Fakta!
- UU Pendidikan (akan di hapus)
- UU Perbankan Syariah (akan di hapus)
- UU Anti Pornograpi (akan dihapus)
- UU Jaminan Halal (akan di hapus)
- Kesetaraan Gender (akan di goalkan)
- Menafikan peran lembaga amil zakat
Posted in Artikel, Dunia Ukhwah, Ramadhan, Sharing
PERPINDAHAN
Kehidupan identik dengan perpindahan. Perpindahan dari satu masa ke masa yang lain. Perpindahan dari tempat satu ke tempat yang lain. Perpindahan dari cinta ke cinta yang lain. Perpindahan dari hati ke hati yang lain. Perpindahan dari dunia fana' ke negeri akhirat yang baka. itulah sinopsis tentang sebuah kehidupan yang berlaku bagi semua makhluk tuhan di dunia ini.
Kehidupan tak selamanya manis juga tak selamanya pahit. Tak selamanya bahagia juga tak selamanya menderita. Terkadang di saat kondisi yang pahit justru ia membuatnya manis, saat kondisi berduka justru ia membuatnya bersuka cita. Kok bisa? karena kehidupan kaitannya erat dengan kondisi iman dalam dada. Spiritual keimanan akan membentuk karakter dan mimik seorang saat ia berada dalam zona manis atau pun pahit, bahagia atau pun menderita.
piritual keimanan hanya di dapat dari kecintaan kita pada tuhan, ketaatan kita pada tuhan, kedekatan kita pada tuhan serta pengamalan kita pada kebenaran.
Spiritual keimanan tak selamanya signifikan, terkadang ada waktunya yang membuatnya stagnan, di saat kondisi seperti inilah kita harus berani melakukan 'perpindahan' atau dengan kata lain you must hijrah, hijrah dari kurang taat menjadi lebih taat, malas menjadi rajin, pesimis menjadi optimis perlahan barometer spiritual akan mengalami signifikan.
Posted in Artikel, Dunia Blogger, racau, Sharing
Hegemoni
Kita sama sebagai manusia, namun kita berbeda dalam banyak hal. Semua orang merasa dirinya paling hebat dalam hal-hal tertentu, tapi yakinlah ada hal-hal tertentu pula yang tidak pernah mereka bisa melakukannya. Kita yakin bahwa Tuhan itu satu, tapi di luar sana masih banyak yang menuhankan sesuatu sebagai Tuhan bagi dirinya, sehingga makna Esa itu terkadang sulit di gambarkan serta telah pudar rasa kebertuhanan bagi sebagian manusia di luar sana. Kita sama kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi ini, tapi di dalam diri kita masih banyak kriteria buruk dan tidak pantas menjadi khalifah di muka bumi ini. Kita sama di beri Tuhan kelebihan dan kekurangan, tapi di luar sana masih banyak anak manusia yang mencoba mengklaim dirinya paling hebat, kuat dan serba segalanya.
Dalam hidup dan kehidupan kita hanya butuh kebersamaan, seragam dalam segala hal tapi tidak memaksakan dalam keberyakinan akan Tuhan. Orangtua kita dulu banyak mengajarkan budi pekerti yang luhur dalam membangun sebuah pradaban di tengah-tengah hegemoni perbedaan kultur, budaya, agama, keyakinan serta norma-norma yang berlaku pada masa itu. Kita sebagai generasi pembaharu dari semua warisan orangtua kita dulu, sudah selayaknya kita lebih soft dan care untuk mewujudkan pradaban di tengah-tengah kemelutnya hidup berbangsa, beragama dan berbudaya.
Posted in Artikel, Menulis lepas
Maaf;
Maaf,
Sebelum kedatanganmu, aku selalu mendo'akanmu semoga tidak ada aral yang melintang, hingg kau tiba dengan selamat. Segitupun sudah membuatku cukup. Dua minggu yang lalu terkabar siar tentang kedatanganmu ke kota dulumu, aku mengucap syukur "kau selamat".
Hari berganti hari kau mengisinya dengan penuh suka cita bersama abah, umi dan keluarga yang katanya amat kau cinta. Hingga berlebihan kau tulis di media sosial yang sekali klik milyaran manusia bisa melihat, membaca, melike bahkan mengomentari status yang keluar dari benakmu. Aku berucap lagi "Duh... seneng yah bisa kumpul sama keluarga" izinkan aku ikut senang bersamamu.
Momen ! yah suatu momen yg selalu kita harapkan kehadirannya, "maaf, aku ga bisa datang saat semua orang lain datang baik yg ku kenal atau tidak sama sekali". Lalu sebuah pesan melayang dari sudut kota sana ke screen messengerku "knp kk ga dtng?", itu sudah membuatku cukup senang, masih ada orang asing yg mau bertanya suatu hal kepadaku.
Iedul firty terus berlalu, kesalahan demi kesalahan selalu kita ciptakan, namun alangkah sayang tangan kita belum sempat berjabat tangan. Sampai detik ini aku belum juga datang menemuimu, untuk sekedar melihat raut wajah abah, umi dan ke-6 adikmu lalu duduk manis sambil meneguk air yg kau hidangkan atau mencicipi kue lebaran itupun jika kau suguhkan. Duh... betapa bodohnya aku, kini aku hanya bisa menyesali.
Terdengar kabar kau akan pulang ke sudut kota dimana keperibadianmu di bentuk di sana, esok atau lusa katanya. Tak terasa yah, begitu cepat aku menanam dosa namun setahun lagi atau bahkan selamanya aku tidak sempat berjabat tangan hanya sekedar berucap "Maafkan kesalahan saya".
Besok atau lusa adalah kenyataan, aku berdo'a saja pada dzat yg memegang ubun2 kita, semoga kesalahan yg kita ciptakan kita bisa saling memaafkan. Dan aku akan berdo'a setelah fajar berlalu perlahan mencipta waktu "Ya Allah... selamatkan adeku yang hendak kembali menguji ilmu di dada serta menolong apa yang semestinya di tolong", lalu kau selamat dan berpijak dengan kondisi sehat, itupun sudah membuatku lebih dari cukup untuk mengajariku bersyukur Tuhan perkenalkan aku denganmu untuk mencipta karya yang lebih besar dari sekedar menulis asa tentang 'rekayasa' yg suatu saat nanti akan kita rasakan buahnya.
KERELAAN,
Melepaskanmu untuk pergi, barangkali seperti meluruhkan jarak yang selama ini kita kutuki. Hadirnya kerelaan, tak selalu jadi penanda bahwa rindu itu kini telah sirna. Ada semacam metamorfosa, yang membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa 'Amour Vincit Omnia' tak selamanya mesti kita maknai sebagai sebuah kemenangan atas kedekatan, interaksi atau bahkan kepemilikan atas nama apapun.
"Kebahagian tidak pernah bergantung pada kepemilikan kita atas sesuatu, bukan ?"
Maka usai paragraf ini berakhir, tak ada lagi pintu yang perlu diketuk. Tak ada lagi kunci yang mesti di cari. Tak perlu ada jauh-jauh yg lain. Biarkan semuanya berjalan begitu saja bersama do'a, tanpa rekayasa atau dramatisasi apapun.
Posted in Artikel, Menulis lepas
PEMIMPINKU SIAPKAH ANDA MISKIN?
Posted in Artikel, Menulis lepas, Sharing
BERCITA-CITA ITU WAJIB
Mungkin aku juga tak perlu menghakimi seseorang harus memilih cita-cita ini dan itu, karena manusia punya kehendak dan kecendrungan yang berbeda-beda di setiap benaknya. Dan saya sarankan kepada anda jangan pernah memaksa saudara, adik atau teman anda untuk memilih cita-cita yang anda kehendaki, saya yakin jamin 100% kehidupan dia akan hancur berantakan. kenapa? karena banyak faktor yang membuat itu semua hancur, mungkin saja ia tidak suka dengan pilihan anda, atau dia memang tidak menyukai cita-cita tersebut, ada juga karena terpaksa dan ia tidak tahu harus bercita-cita seperti apa.
Kita semua di berikan akal, hati, pikiran dan hawa nafsu oleh Tuhan, maka jangan sia-siakan pemberian yang berilian ini. Mari gunakan semaksimal mungkin untuk menciptakan kemaslahatan hidup kita dan bermanfaat untuk orang banyak.
Manusia Ibarat Komputer (Human Prosesor)
Inilah Orang Yang Bertanggung Jawab Atas Kegagalan Anda
Apakah tanggung jawab yang menulis artikel? Jika Anda membaca artikel ini atau artikel yang ada di Motivasi Islami, tetapi Anda gagal meraih apa yang Anda inginkan. Kemudian Anda menyalahkan artike-artikel Motivasi Islami atas kegagalan Anda karena kurang sempurna, kurang memotivasi, kurang jelas, dan sebagainya, maka Anda salah alamat.
Jika Anda membuaca buku bisnis, namun Anda tetap gagal dalam bisnis. Kemudian Anda menyalahkan buku dengan segala kekurangannya. Anda salah alamat, bukan buku atau penulisnya yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.
Jika Anda mengikuti pelatihan, namun tetap saja Anda gagal mendapatkan apa yang Anda inginkan. Bukan. Bukan pelatihannya yang salah. Bukan pula pelatih yang bertanggung jawab atas kegagalan Anda.
Bukan juga, kondisi ekonomi negara, kondisi politik negara, bukan juga mental masyarakat yang negatif. Bukan juga media yang sering menampilkan berita tidak seimbang. Bukan juga keluarga dan teman yang mendukung.
Lalu Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ya, Anda sendiri! Lihat cermin, jika Anda melihat bayangan, dialah yang bertanggung jawab.Artikel, buku, dan pelatihan hanya membantu Anda menunjukan cara yang benar, namun keberhasilan dan kegagalan tetap tanggung jawab Anda. Selama Anda selalu menuntut atau menyalahkan semuanya kecuali diri Anda, Anda tidak pernah berubah. Anda tidak akan pernah sukses, Anda akan terus terpuruk.
Anda tidak akan bisa mengubah semua orang, hal, atau kondisi di luar Anda. Namun Anda bisa mengubah diri Anda bagaimana menyikapi itu semua. Mengubah diri sendiri sangat mungkin, namun mengubah semua orang, semua kondisi, dan semua hal adalah perkerjaan yang sia-sia belaka.
Ubah diri Anda. Sebab, diri Andalah yang bertanggung jawab atas apa yang Anda raih selama ini.
Jika Anda tetap yakin semua kesalahan orang lain atau kondisi, ya sudahlah tidak usah belajar dan tidak usah berusaha, toch nanti akan gagal juga. Namun bagi Anda yang ingin berubah, maka ubahlah diri Anda, jangan menyalahkan yang lain.
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS.An Nazm:39)
Cara Bertanggung Jawab
Dapatkan Dukungan
Tidak selamanya lingkungan, kondisi, atau orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu mendukung kita untuk meraih apa yang kita inginkan. Namun tanggung jawab kitalah untuk menjadikan mereka mendukung atau mencari dukungan yang lainnya. Anda bisa sukses meski saat ini tanpa dukungan siapa-siapa.Jangan berhenti. Silahkan baca artikel saya sebelumnya Tetap Meraih Sukses Meski Pun Tanpa Dukungan kemudian berusahalah agar Anda mendapatkan dukungan, silahkan baca Mendapatkan Dukungan. Ini tanggung jawab Anda, berusahakan untuk mendapatkan dukungan.
Fleksibel
Jangan kaku dengan konsep yang dipaparkan dalam artikel, buku, atau pelatihan. Sesuaikan dengan kondisi Anda dan kondisi saat ini. Bukan, bukan berarti teori beda dengan praktek, namun kondisi setiap orang itu berbeda-beda. Artinya tanggung jawab Anda menyesuaikan hasil belajar Anda dengan kondisi Anda saat ini.Anda sudah mendapatkan pelajaran dari apa pun yang pernah Anda pelajari, adalah tanggung jawab Anda agar pelajaran itu berguna untuk Anda. Bukan menyalahkan penulis artikel, buku, dan pemberi pelatihan. Mereka tidak salah sama sekali. Mereka menjelaskan konsep secara umum atau yang sesuai dengan kondisi mereka. Namun yang bertanggung jawab menyesuaikan dengan kondisi Anda adalah Anda sendiri.
Belajar itu tidak pernah sia-sia, bahkan meski tidak Anda praktekkan langsung, namun akan mewarnai amal Anda secara kesuluruhan menjadi lebih berkualitas dan lebih ikhlas.
Silahkan baca Antara Teori dan Praktek.
Proaktif Terhadap Setiap Kondisi
Apa pun kondisi yang terjadi, Anda harus bersikap proaktif jangan reaktif. Reaktif artinya Anda bertindak hanya berdasarkan impuls atau kondisi yang terjadi. Sementara proaktif adalah Anda bertindak berdasarkan pemikiran dan nilai-nilai yang Anda anut, apa pun kondisinya. Artinya Anda tidak mudah terhanyut oleh kondisi, namun Anda bisa mengendalikan kemana arah gerak Anda.Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing. Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.
Anda punya speedboat itu, yaitu pikiran dan tubuh Anda. Cukup kuat untuk mengarahkan hidup Anda sendiri. Anda bisa melawan arus dan bergerak sesuai dengan keinginan Anda. Saya ulangi, sesuai dengan keinginan Anda.
Tingkatkan Standar Diri Anda
Agar Anda mendapatkan dukungan, Anda harus memperbaiki diri agar bisa diterima orang lain dan dipercaya orang lain. Jika selama ini tidak ada yang mendukung Anda, instropeksilah, mungkin ada masalah dari diri Anda. Mungkin cara komunikasi yang kurang baik, mungkin ada sikap Anda yang tidak bisa diterima, atau mereka tidak percaya Anda.Maka tingkatkan kualitas diri Anda, perbaiki akhlaq, belajar, sering bersilaturahim, dan meningkatkan ilmu serta keterampilan.
Juga secara umum, Anda akan mendapatkan sesuai dengan apa yang Anda lakukan dan sesuai kepasitas Anda. Anda tidak akan pernah mendapatkan satu drum air jika Anda membawa sebuah gelas. Artinya Anda akan mendapatkan sesuai dengan kapasitas diri Anda. Maka tingkatkan kapasitas diri Anda dan hanya Anda sendiri yang bisa meningkatkan standar diri Anda.
Termasuk meningkatkan standar pemikiran Anda agar mampu mengendalikan arah hidup Anda, tidak mudah hanyut oleh kondisi dan keadaan.
sumber : motivasi-islam
SINERGI 2013
Banyak di sana-sini orang sudah memasang trik, strategi atau planing untuk mengisi maret 2013 ini. Mungikin anda pernah membaca kalimat "Sinergi 2013", dan kalimat itu pernah saya baca di beberapa media belakangan ini. Apa maksunya? awalnya aku juga bingung, apa arti dari sebuah kalimat pendek tapi membat orang yang membacanya terpacu untuk memberi makna hidupnya sendiri.
Berbilang hari, aku pun menemukan jawaban dairi sebuah kalimat di atas. Intinya adalah, percaya diri dan berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang belum sempat terealisasi di tahun sebelumnya. Tentunya perlu sikap optimis dan tak kenal putus asa, itu kuncinya.
Okelah, jika semua sudah tahu, kapan lagi untuk meraih mimpi itu kalau bukan sekarang, tepatnya setelah membca postingan ini. Mari bersinergi di tahun 2013 ini !.
DIA MASA LALUKU-
Selepas tamat dari sekolah dasar, di salah satu sekolah di jantung Ibu kota Jakarta, orang tua menyuruhku untuk mesantren sambil sekolah di daerah Tangerang. Sekolah madrasah tsanawiyah ‘MTs’ menjadi adaptasi baru bagiku. Aku lulus tahun 2003 silam. Tak ada kabar dari ibu untukku, apakah aku masih bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA atau tidak. Aku pun mulai berpikir kesana kemari, dalam hatiku berbisik,” aku harus sekolah lagi !,” tapi aku binung harus tinggal dimana jika aku melnjutkan sekolah SMA di Tangerang, kemudian siapa yang membiayaiku?, karena aku memilih keluar dari asrama. Menurutku terlalu bosan tinggal di asrama selama kurang lebih tiga tahun lamanya. Sudah saatnya aku keluar dari sana.
Setiap malam, aku terus berpikir bagaimana caranya, mustahil jika aku terus mengandalkan orang tua untuk membiayaiku, karena keadaan ekonomi menjadi faktornya. Akhirnya, aku mendapat solusi malam itu, “bagaimana jika aku bekerja sebagai merbor masjid, dari situ aku akan mendapatkan uang, di situ juga aku bisa tinggal sebagai tempat berteduh.
Keesokan harinya, aku menemui teman yang juga seorang merbor masjid, spontan aku mengutarakan maksud kedatanganku. Bersyukur jawabannya membuatku sedikit lega dan puas, ia akan berusaha mengajukan permohonanku ke ketua DKM masjid tersebut. Malamnya, aku di panggil selepas isya oleh temanku tersebut, sekali lagi jawabannya membuatku puas. Aku di terima untuk menjadi merbot di masjid itu bersama dia.
Malamnya, aku berpikir bagaimana caranya untuk mendaftar ke sekolah SMA, aku pun banyak membuat permisalan mulai dari sekolah A sampai Z, sekolah seperti apa yang hendak aku pilih, SMA, SMK, Aliyah atau STM, tempat anak-anak berandal mencari musuh. Malam itu aku ambil keputusan, aku memilih sekolah Aliyah, bukan tanpa alasan. Pertama, aku lulusan MTs, bukan SMP, kedua, Aku berniat bukan hanya mencari ilmu di sekolah, tapi bagaimana memperbaiki diri lewat sentuhan guru-guru agama, karena Aliyah identik dengan peljaran agama dan juga murid-muridnya yang baik.
Setahun sudah, aku melalui perjuanganku di bangku Madrasah Aliyah kelas I, semua ku lalui dengan keprihatinan karena orang tua tidak bisa membantu biaya sekolahku. Bersyukur berkat keprihatinan dan kerja keras, aku duduk di kelas 2A IPA, sebenarnya dari awal aku memilih kelas sosial, tapi wali kelas dan guru Biologiku memaksaku agar masuk IPA, padahal aku sendiri tidak begitu PD, tapi menurut mereka nilai raporku tidak ada yang mengecewakan di tambah komentar dari guru Biologiku, “Aku tidak pernah absen dari kelas Biologi.”
Tawaran itupun aku terima dengan sedikit dada tersesak, ini adalah tantangan berat buatku. Aku harus belajar lebih giat, agar aku bisa memecahkan soal-soal Matematika, Fisika, Kimia, Biologi. Jujur saja aku tidak terlalu suka dengan matematika sejak MTs, tapi yang lainnya aku suka.
Mentari pagi masih memberi harapan untukku, awal belajar pagi itu langsung di hadapkan soal matematika, aku kebingungan menjawab soal itu. Beruntunglah temen sebangku setia mengajariku. Tak terasa, aku sudah di ujung hari untuk meninggalkan kelas 2A IPA, karena aku akan duduk di bangku kelas 3 IPA. Itu patut aku syukuri, karena pertolongan-Nya dan usahaku.
Selama belajar di SMA mulai dari kelas 1-2 aku tak pernah memikirkan soal wanita atau pacar, meski teman-teman kalau pulang sekolah selalu bergandengan tangan di hadapanku.
Malam begitu larut, aku terbawa oleh larutnya malam. Saat itu sedang libur sekolah kenaikan kelas, selama liburan aku hanya tinggal di masjid, ngobrol, gurau dan bercanda sama teman yang juga marbot masjid. Pikiranku pun mulai tak terkendali, kesepian dalam hidupku mulai aku rasakan malam itu. Bagai bunga kering kerontang rasanya. Bayangan teman-teman yang suka bergandengan tangan dengan pacarnya selalui membayang-bayangiku. Aku mulai memiliki perasaan dan mengenal yang namanya cinta kepada lawan jenis, hingga tak ayal aku sering berkhayal “Seandainya ada wanita yang aku cinta kepadanya, dan ia cinta kepadaku, tidak akan terasa sepi malam-malamku, ada tempat curhat dan merebahkan harapan, cinta dan cita-cita.” aku memohon kepada Tuhan, kiranya Ia memberikan penyejuk dan penghibur hati saat aku sedang gelisah dan ada masalah.
Sore itu sperti biasa aku sedang mengepel teras bagian belakang masjid, kotor sekali penuh debu karena musin kemarau dan tiupan angin yang begitu kencang, shingga debu-debu berterbangan membuat kaca dan keramik massjid kotor.
“Ka, rajin banget sih, lagi ngepel yah...? sekalian rumahku tuh hehehe,” sapa se wanita berkerudung merah sambil mengayun sepeda, “Ia nih kotor banget !” Jawabku. Ia berlaju dengan sepedanya, aku pun melanjutkan rutinitasku.
Rembulan bersama bercak awan kembali menyeruak di kegelapan bumiku. Angin dan kicauan daun menyapaku kembali. Aku masih duduk melamun di bibir pintu sebelah kanan masjid, bagiku ia bagaikan pintu menuju surga. Pikiranku mulai terganggu, tak lagi bisa kritis. Sosok gadis sore tadi menggelebat dalam benakku, terus. Aku mulai mencari cara agar tahu tentang dia yang sebenarnya, nama dan seterusnya. Teman senasibku memanggilku agar aku cepat tidur. Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun kembali menyusuri gadis itu lewat mimpiku.
Hari minggu adalah hari kerja bakti masjid, seluruh lingkungan masjid tanpa terkecuali tempat tidurku harus di bersihkan. Usai kerja bakti, kami berdua istirahat sambil menyantap gorengan dan secangkir tea hangat yang masih mengepul. “Habis kerja bakti yah ka?” tanya seorang wanita, namanya khusnul khotimah, dia anak tetangga dekat masjid, dia menyambangi kami yang sedang istirahat, di tangannya ada dua mangkok bubur kacang ijo buatan ibunya. “Ia, barusan selesai Nul, makasih Nul kacang ijonya yah,” jawab temanku.
Spontan aku menemukan ide, “bagaimana kalo aku nanya ke dia aja tuh, kali aja dia tahu soal itu cewe.”
Malamnya aku beranikan diri untuk menemui dia di serambi masjid, biasanya dia berada di beranda rumahnya bersama adiknya, Ica. “Nul ! kemari deh, ada perlu bentar minta tolong boleh ga ?” panggilku dengan suara agak sedikit serak basah, akibat makan gorengan terlalu banyak, “Boleh... ada apa ka, Nul ke situ dech.”
Aku ceritakan awal kejadianku dengan gadis itu pada Nul, sampai ku beberkan ciri-ciri gadis itu.
“Oh... itu namanya Fitry ka, panggilannya Nenk, dia anak sebrang deket sini, dia kalo magrib suka berangkat ngaji ke rumah Ust. Aminah, tau ga? Dia itu anak semata wayang di keluarga dia, da punya kakak ataupun adik, mang ada apa sih ka ? naksir yah?,” Nul memberikan jawaban dengan komplit. Aku tersenyum dengan penjelasan Nul, membuatku ingin semakin ambisius untuk mendapatkan dia.
“Yah... naksir sih ada Nul, tapikan, kenal aja belum, makannya aku tanya Nul, Nul ngomong-ngomong punya nomor hp dia ga ?” aku mulai ceroboh.
“Ada ka, tapi wani piro hahaha J ?” jawabnya penuh canda.
“Minta donk... tapi jangan bilang-bilang dia ya, janji !” pintaku.
“Nih, Nul kirim aja biar cepet, ia ga bakal kasih tahu !” sumpahnya ku ambil malam itu, kami berdua bagai agen CIA yang sedang memburu buronan kabur.
Selepas obrolan dengan Nul, aku masuk sebuah ruangan yang aku anggap itu sebagai kamarku, padahal penampakannya sama sekali tidak mencirikan kamar layaknya. Tapi mau di kata apa, di situ aku dan temanku istirahat dalam penjagaan malam. Ku lihat temanku sudah tidur pulas, dia cepat ngantuk, jam sembilan saja dia sudah duluan ke kamar. Ini kesempatanku untuk membuktikan keberanian sebagai lelaki sejati J.
Ku cari nomor hp gadis itu di list kontak hp nokia jadulku, “Dapat !,” dengan tangan agak berkeringat dingin, detak jantungku semakin kencang, tak ayal aku berlatih bicara sendiri, pertanyaan yang bagaimana yang harus aku tanyakan ke gadis itu. Rasa gugup menghampiriku, tak ayal aku membantalkan sampai empat kali untuk menelponnya. Ke-lima kalinya aku berhasil tersambung dengannya.
“Hallo, assalamu’alaikum..” suaranya yang merdu mengawali perbincangan kami di pesawat telpon, sekaligus aku semakin gugup saja.
“Hallo juga, ehm... !” aku mencoba berdehem, agar gugupku hilang.
“Ini siapa ya ?, kok ga ada namanya di hp ku,” tanya gadis itu penasaran.
“Ini aku Nenk eh salah ! Fitry maksudnya,” aku mulai terjebak perangkap musuh.
“Itu mah nama aku, kok tahu namaku Fitry dari siapa?,” pertanyaannya mematahkan jantungku. Ternyata, aku salah nyebut namaku sendiri.
“Eh... maaf, maksudnya ini Nenk Fitry yah ? aku di kasih tahu sama teman katanya nama kamu Nenk atau Fitry.”
“Ia tahu.. tapi kamu siapa ?,”
“Oh... nama aku Jounal, itu loh yang suka ngepel masjid Nenk,”
“Oh... ka Jounal, bilang dari tadi, aku sudah tahu nama kakak dari teman kakak ,” ambisiku semakin menggebu untuk mendapatkan hatinya.
Cukup lama aku ngobrol di telpon genggam dengannya, sampai jam setengah dua belas malam, sampe pulsaku bocor, untung kartunya sama. Aku semakin tahu soal pribadi dia, bahakan aku beranikan diri bertanya soal pripacy dia, syukurnya dia tidak marah dan senang sebaliknya. Wajahnya terus hadir dalam benakku. Hingga sampai pada puncaknya, aku bicara tentang maksud dan tujuanku padanya.
“Nenk, sudah punya pacar ga ?,” mungkin ini agak konyol menurutku, tapi harus bagaimana lagi.
“Belum ka,” jawabannya membuatku terpukau dan puas bukan kepalang “YES ! I got you.”
“Nenk sih mau aja, asal ka Jounal setia sama Nenk, Nenk ga mau sakit hati lagi kaya hubungan Nenk dulu.” Jawabnya membuatku segera memberi komitmen di atas keutuhan dan kesetian cinta J.
Tiga bulan lamanya, kami menjalin hati. Satu sama lain saling mengerti tugas, hak dan kewajiban sebagai seorang pelajar. Aku yang sudah duduk di bangku kelas 3 IPA, yang sedang fokus untuk menghadapi UAN. Dia saat itu masih duduk di kelas satu Aliyah, dia jauh lebih muda usianya dariku. Dan kriteria itulah yang masuk dalam daftar pencarian cintaku selama ini. Bahkan aku pernah membca buku psikologis cinta, memang sudah seharusnya usia wanita yang kita cintai relativ lebih muda dari kita sebagai laki-laki, ini bertujuan, agar di antara bisa saling belajar, menerima perbedaan dan saling melengkapi satu dengan lainnya.
Dia, yah dia. Dia adalah masa laluku yang membuatku bangkit agar aku tetap fokus untuk menggapai cita-citaku di bidang akademisi. Dia mengharapkanku sukses di masa depan, dan jika Tuhan menakdirkan kami berdua untuk bersama kembali. Aku menyebutnya dengan “Mukzizat Cinta”.
LIBURAN PERTAMA-
Pagi sudah kembali menjelang, matahari sudah beranjak naik meninggalkan peraduannya. Asrama sudah mulai terlihat sepi di sana-sini, dari lantai paling dasar sampai lantai ke-tiga. Hanya ada beberapa mahasiswa saja di lapangan yang sedang berolah raga, macam-macam, ada yang bermain futsal, bola kaki, raket dan bela diri, semuanya serentak di lakukan waktu pagi.
Ini adalah liburan pertamaku usai mengerahkan semua energi dan kemampuan dalam menjawab soal-soal UAS di semester awal ini. Beruntung sekali teman-teman asrama yang pulang kampung pada liburan UAS ini, tidak denganku, rumahku tidak jauh, hanya saja sekarang sedang terkena musibah di wilayah Ibu kota Jakarta, tanpa terkecuali rumah orangtuaku ikut terkena banjir yang sampai sekarang kabarnya belum juga surut, di tambah uang yang di kirim kakak-ku seratus ribu sudah habis dalam waktu kurang dari sebulan, wajar saja, kebutuhan pribadi banyak, kebutuhan untuk urusan kuliah juga banyak, di tambah hutang ke teman gara-gara tugas makalah.
Liburan kali ini bagi mereka sangat berarti, tapi tidak denganku. Tak ada yang ingin aku lakukan saat liburan seperti ini, bahkan nyuci bajupun tertunda terus, akibat kegalauan yang menerpa menit-menitku. Terpaksa hanya memenjarakan diri di kamar, buka leptop. Terkadang aktivitas di kamar aneh-aneh, bahkan hari pertama liburan, seharian hanya nonton film Box Movies. Filmnya pun macam-macam, dari film ‘700 Days Of Battle Us Vs The Police’, ‘BATTLESHIP (2012)’, ‘Ninja 2009’ sampai film ‘Premium Rush’. Semua filmnya seru tidak ada yang jelek, karena baru pertama kali aku menontonnya, cukup menghibur buatku.
Di kamar yang di tempatiku, hanya tinggal lima orang denganku. Semua jumlahnya ada sembilan orang, empat orang pulang ke rumah masing-masing, ada yang ke Banjar – Kalimantan, Jambi dan dua orang lagi ke tangerang dan pasar minggu.
Mengejutkan ! salah satu teman satu kamar berinisiatip mengajak berenang pagi ini, Ahmad Sururi namanya, rumahnya di tangerang sehingga kapan saja ia bisa pulang tidak terikat, mau itu liburan semester atau liburan perpekan. Aku yang sedang asik membaca artikel tulisan ‘Om Jonru’ tiba-tiba di ajak, sepontan aku meresponnya, “Mau donk ikut rur, tapi ane ga ada fulus nih,” “udah ente tinggal bawa badan sama salinan, ane yang bayarin.”
Siapa coba yang mau nolak ajakan berenang, udah gitu di bayarin lagi J. Aku bergegas menyiapakan baju untuk ganti di sana, tidak banyak yang di bawa Cuma, baju, celana, sampo sama handbody buat luluran ke badan sebelum jebur ke kolam renang, biar kulit tidak hitam dan juga kesat.
“Ayuk cepet dah siang nih, bangunin Ansori tuh !,” kata surur,
“Ansori bangun, ikut berenang yuk,” kataku
“Ih... ane belum mandi,” “ga papa, mandi sekalian di sana, ane juga belum mandi J.”
Matahari belum begitu naik, sehingga tidak terlalu panas, kamipun ber-lima berangkat menuju lokasi. Karena lokasinya tidak terlalu jauh, dan cukup terjangkau di tempuh dengan berjalan kaki, kamipun berjalan kaki kesana, “yah.. hitung-hitung olah raga bro.”
Sesampainya di lokasi, aku segera bertanya berapa kedalaman kolam renangnya, “Pak, berapa dalemnya di sini?” tanyaku penasaran,
“Dalemnya tiga meter,” jawab penjaga kolam.
Wah ! sangat menantang buatku, bersyukur aku sudah bisa berenang sejak masih kelas 5 SD di Bandar Lampung dulu. Kabar buruknya, Sururi tidak bisa berenang, padahal sudah mahasiswa J. Kami berempat mengajari dia teknik berenang, mulai dari teknik mengapungkan badan di air, teknik bernafas saat sampai teknik mengepakan tangan dan kaki.
“Ih... gimana sih ! ane kok tenggelem mulu badannya ! susah banget berenang,” protes Sururi, “Hahaha... namanya juga belajar, sabar ! emang agak susah, apa lagi yang takut kelelep ga bakal bisa-bisa.” Jawabku.
Emang lucu yah, dia yang ngajak berenang, eh... dia juga yang ga bisa berenang, “Sururi kalah sama bebek” J. Di kolam renang, sebentar-bentar tertawa ngeliat dia berenang ga bisa-bisa, bukan cuma aku, orang lain yang lagi istirahat-capek, pada ngeliatin dia. “Ada bebek yang ga bisa berenang hahaha J.”
Cukup lama kami berenang, sampai jam dua belas siang. Kamipun istirahat dan bersih-bersih badan di kamar mandi plus ganti. Siap-siap pulang. Sebelum pulang, kami sholat dzuhur dulu, kebetulan di sana ada mushola yang di sediakan oleh pengelola kolam renang, tidak besar tapi cukuplah untuk sepuluh orang. Sesudah sholat, seperti biasa dan ini sudah adat bahkan sunnatullah mungkin, sehabis berenang biasanya perut lapar, karena capek sejak tadi energi habis terpakai untuk mengayuh tangan dan kaki di kolam. Kamipun makan Ketoprak dulu, sudah Ketopraknya enak “maklum orang laper”, di tambah Ketopraknya di traktir sama teman J. “And let’s go home...!”
Liburan Ke-Dua-
HATIKU MELEBUR KARENANYA-
Aku bagai orang yang terlupakan, aku ada, bagai tiada, pernah ketika lebaran, ibu berbelanja baju-baju baru di pasar malam bersama kakak perempuanku. Semua kebagian, kecuali aku. Alasan ibu, “ibu bukannya ga mau beliin baju buat kamu, tadi malam uangnya hanya cukup buat beli baju adikmu, lain kali saja”.
Selalu saja ibu banyak alasan, ini bukan pertama kalinya ibu seperti itu, tapi sudah berulang kali. Aku marah, aku kesal ! aku banting pintu kamarku, ku kunci rapat-rapat. Aku tak mau ada orang yang masuk ke kamarku malam itu. Bapak mengetuk pintu, “Nak, jangan ngambek seperti itu, tidak baik, tolong buka pintunya, bapak mau bicara sama kamu,” dalam keadaan berkaca-kaca bercampur kesal aku membuka pintu, “Anak bapak kok nangis sih, malu tuh sama umur,” “ga nangis kok pak, Jounal cuma kesel aja” jawabku. Sikap bapak memang berbeda dengan ibu, sikapnya santun, lembut dan penyabar. Jujur, aku paling dekat dengan sosok bapak daripada ibu, bapak lebih paham tentangku daripada ibu.
Bapak mengajakku duduk di bangku teras yang terbuat dari bambu hitam, buatan bapak sendiri, “Kamu kesal kenapa tadi nak ?,” “Pak, kenapa sih semenjak Jounal duduk di kelas lima SD, ibu tak pernah lagi membelikan baju lebaran buat Jounal ?” bukan jawaban yang aku lontarkan, melainkan aku kembali bertanya pada bapak yang sejak tadi berwajah dingin.
“Bapak tidak tau persis alasan ibumu tidak membelikan baju baru untuk lebaran besok. Tapi bapak punya kisah tentang masa kecil bapak dulu, kalo kamu bersedia mendengarkan kisah bapak, bapak akan cerita, tapi kalo tidak mau, ya... bapak tidak memaksa,” ku pandangi wajah bapak dalam-dalam, bapak bagai obat penawar bagiku, bapak selalu bisa menghibur di saat aku ada masalah. Aku menganggukan kepala, sebagai isyarat aku siap mendengarkan kisah bapak masa kecil dulu.
“Nak, bapak bukan terlahir dari keluarga punya, ibu dan ayahnya bapak hanya seorang petani desa, bapak adalah anak pertama di keluarga itu, bapak punya adik dua laki-laki dan satu perempuan, keluarga bapak dulu hidup dalam keterbatasan, bergantung pada padi yang di tanam, kalo panennya bagus, kami bisa makan sedikit lebih enak di bandingkan hari biasanya, tapi kalo panen padi sedang tidak bagus, terpaksa kami makan seadanya, bahkan pernah ibu meminjam uang untuk membeli beras, karena uang sudah kritis dan habis. Ayah bapak hanya bisa menyekolahkan bapak sampai SD saja, karena faktor ekonomi yang tidak mendukung. Setelah tamat SD, bapak putuskan untuk membantu ayah dan ibu mengurusi padi di sawah, dari pagi sampai petang hanya itu pekerjaan bapak dulu. Suatu ketika, padi kami mengalami panen yang cukup bagus, sehingga separuh bisa di jual untuk mendapatkan uang, dan separuh lagi untuk persedian makan di rumah. Ibu keesokan harinya pergi ke pasar untuk berbelanja bahan-bahan dapur dan baju-baju baru karena enam hari lagi hari raya idul fitri akan tiba. Ibu pulang dari pasar membawa baju-baju baru untuk lebaran besok, adik-adik bapak kebagian semua, kecuali bapak, ayah dan ibu. Ayah bapak tersenyum lebar melihat adik-adik bapak saat menjajal bajunya masing-masing, bapak ikut tersenyum meski tidak di belikan baju baru oleh ibu, ibu menghampiri bapak “Nak, maafin ibu ga bisa beliin baju baru buat kamu, ibu hanya beliin baju beru buat adik-adikmu saja, ibu sama ayah aja ga beli apa-apa nak, kamu kan anak paling gede, yah... untuk sementara ngalah dulu sama adik-adikmu ya nak...” itu kisah bapak kecil dulu, sama kaya kamu masalahnya ga di beliin baju baru buat lebaran, tapi bapak tidak menangis juga tidak kesel malah seneng melihat adik-adik bapak pakai baju baru, karena bapak anak laki-laki dan paling besar di keluarga bapak, begitulah ayah dan ibu mendidik bapak,”
Usai menyimak tuturan kisah bapak, aku tersentuh, hatiku lebur, tak terasa air bening dari pipiku mengalir perlahan hingga jatuh ke bumi, aku memeluk bapakku erat-erat sambil ku berkata “Pak... maafin joual yah, yang udah buat bapak sedih, terimakasih atas nasihat dan pelajaran yang bapak kasih ke Jounal,” bapak melepaskan pelukan eratnya dariku, dan pergi begitu saja menuju ruang tamu. Dan aku masih terpaku di bangku teras sambil memandangi rembulan nan bintang-bintang yang ikut menghiburku.
Posted in Artikel, Cerpen, Menulis lepas
WANITA KARIER-
Izinkan saya menulis sebuah artikel yang berkaitan dengan wanita karier, yang sering di pertanyakan di tengah-tengah masyarakat, ada sebuah pertanyaan “apakah boleh seorang wanita bekerja di luar rumah atau sebaliknya ?” pasti kita akan mendapati jawaban yang berbeda tentang masalah ini, kurang lebih ada tiga pendapat, ada yang berpendapat
1. “boleh, seorang wanita itu bekerja di luar rumah, layaknya seorang laki-laki”,
2. ada juga yang berpendapat “tidak boleh seorang wanita bekerja di luar rumah”,
3. pendapat yang terkahir, “boleh wanita bekerja di luar rumah, tapi dengan syarat”.
Pendapat pertama yang mengatakan bahwa “wanita juga mahkluk sosial dan merupakan bagian dari sosial itu sendri, jadi bukan hanya duduk di rumah, mencuci baju, menyediakan makanan, mengurusi rumah dan mendidik anak-anaknya. Mereka juga punya hak dalam urusan ekonomi, dengn cara bekerja maka ia akan mendapatkan upah dari pekerjaannya itu”.
Pendapat kedua yang mengatakan tidak boleh bahwasannya “pekerjaan wanita itu yang pokok, berdiam di rumah, melayani suami, mengurusi rumah dan mendidik anak-anaknya, karena ia merupakan kepala rumah tangga di saat suaminya pergi.” Jadi pendapat ini tidak setuju jika wanita harus bekerja di luar rumah, lebih lanjut mengatakan “keluarnya wanita dari rumah menyebabkan keluarga tercampakan dan terlantarnya anak-anak.”
Pendapat terakhir berpendapat bahwa “pekerjaan wanita di luar rumah itu juga boleh-boleh saja dan itu merupakan hak dia, pekerjaan yang paling pokok tentunya dia selalu berada di rumah, boleh saja ia bekerja di luar rumah tetapi dengan beberapa syarat:”
1. Seyogyanya ia bekerja pada profesi yang cocok dengan kemampuan dia
2. Tetap menjaga akhlak
3. Menjauhi dari interaksi langsung dengan lelaki
Contohnya, seperti profesi dokter atau perawat, sebagai pengajar ia menjadi guru atau pendidik, dan profesi lain yang di dalamnya mayoritas wanita.
HARAPAN ITU MASIH PANJANG-
Selamat siang sahabat pengunjung setia blog jounal elfaqih, semoga siang ini masih dalam sehat dan perut dalam keadaan terisi alias kenyang, kalo bahasa kulonnya 'Sebeh'. Hidup sebagai mahasiswa yang pas-pasan bahkan terkadang harus menguras energi dan memuatar otak lebih dari 180 derajat sudah merupakan resiko untuk para mahasiswa yang hidup dalam keadaan ekonomi yang bisa di bilang pas-pasan, eit tunggu dulu ! pas-pasan bukan berarti pas mau beli rumah, duitnya pas, pas mau beli mobil duitnya pas, mau beli anak orang alias mau nikah duitnya pas juga. Bukan itu maksudnya, kalo itu sih bukan hidup melarat tapi hidup serba pasti. Yang di maksud di sini, orang tua kita tidak punya penghasilan tetap mungkin karena sempitnya lapangan kerja atau faktor pendidikan mereka dulu yang sangat rendah sehingga tidak bisa bersaing dalam kenyataan hidup di zaman serba modern dan touchscreen ini. Sedangkan anaknya ingin kuliah dan berhasil di terima di perguruan tinggi, tapi di tengah jalan banyak rintangan yang harus di perjuangkan agar kehidupan di kampus dan di luar kampus masih terus berjalan,. Seperti halnya aku, aku saat ini sedang menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi, aku mengambil fakultas ilmu kependidkan atau lebih familiar di sebut dengan Tarbiyah.
Yah awalnya sih tidak ada keinginan untuk kuliah, karena takut membebani orang tua dan kaka-kakaku, backround keluargaku khususnya orangtuaku tidak ada yang sampai kuliah, bahkan ayah (abah aku memanggilnya) hanya sampai tamatan sekolah dasar (SD) saja di kampungnya. Tapi setelah melihat kebelakang yang begitu memprihatinkan "Aku takut seperti mereka nantinya, terasingkan dari keramaian manusia" dan melihat kedepan "Aku yakin bisa hidup lebih layak karena itu semua hak manusia yang hidup di dunia ini". dengan bertekad dan niat, alhamdulillah aku bisa kuliah dan beasiswa, tapi masih ada yang harus aku perjuangkan yaitu 'Makan setiap harinya dan kebutuhan hidup kampus dan non kampus'.
Tapi alhamdulillah, setelah banyak membaca dan melihat sisi makna kebaikan yang di tuangkan oleh orang-orang yang sudah sukses, serta yang lebih membuatku terdorong untuk tetap semangat agar hidup ini eksis meski beban dan aral begitu banyak yang melintang adalah suri tauladan junjungan Nabi Muhammad yang bila kita renungi sejarah kehidupannya, banyak gelinang air mata. Bayangkan saja, ketika beliau masih di dalam rahim ibunya ketika usia kandungan ibunya genap 6 bulan, ayah beliau bernama Abdullah wafat, sehingga beliau terlahir dalam keadaan yatim kedunia, kemudian ibunya wafat ketika usia genap 6 tahun, jadilah yatim piatu yang usianya masih di katakan usia bermain, tapi ia masih tegar bahkan ia ikut berdagang untuk memnuhi kebutuhan hidup bersama pamannya Abu Tholib. Coba bayangkan betapa penuh air mata kehidupan nabi kita yang tercinta ini. Namun yang menjadi motivasi terbesar kita adalah bagaimana nabi Muhammad berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah di tinggalkan kedua orangtuanya.
Dari kisah terbesar ini pulalah aku mengambil ibrah, bagaimana agar kehidupan kampus dan di luar kampus agar terus berjalan sebagamana mestinya, maka, aku mencoba berbisnis kecil-kecilan di bantu oleh teman-teman yang mensupport perjuangan aku ini. Setiap pagi menjelang, aku sudha siap dengan daganganku bernama 'Roti Pizza' untuk di pasarkan di kawasan kampus dan kelas-kelas, selain bisnis jualan aku juga berbisnis obat herbal seperti Madu hutan asli, habatus sauda Gold dan masih banyak lagi jenis produk yang aku jual di kalangan mahasiswa di kampusku. Alhamdulillah meski baru memulai, sedikit perubahan sudah aku rasakan secara pribadi.
Oleh karenanya,dari postingan ini aku mengajak kepada teman-teman dan sahabat blogger untuk bisa memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan kreativitas masing-masing, apa lagi kita tergolong mahasiswa yang untuk memikirkan sesuap nasi saja buth waktu yang lama sudah gitu njauh dari orang tua dan jarang mendapat kiriman uang saku dari mereka.
"Hidup Itu Indah"
USBU' PALESTINA>> 2
Assalamu’alaikum… apa kabar ikhwani wa ukhty, semoga dalam keadaan sehat dan selalu menebar manfaat, amien…
Oh ia, sekarang aku mau menyambung postingan yang sempat tertunda, ini postingan lanjutan dari judul sebelumnya, kalo kalian sudah baca tulisan sebelumnya, kalo belum baca cekout aja di sini, insyaallah nyambung kalo baca postinganl ini, tapi kalo belum baca postingan sebelumnya, di pastikan “ Jaka sembung bawa golok nanti hehehe”.
“Ayo sur’ah akhy… keburu basi nanti !!!”
Seorang laki-laki berambut cepak dengan gaya ikalnya yang khas, penuh wibawa dan penuh karakter tentunya, badannya yang tegak, sedikit gemuk dan tidak terlalu tinggi berdiri di depan mimbar kehormatan bak asad yang meraung kelaparan, suaranya yang melengking tinggi bak seorang orator di zaman penjajahan mengisi seluruh rreruangan yang hampa.
“Assalamu’alaikum … Ayyuhal Ikhwaty rahimakumullah, kaifa haalukum ?”
“Alhamdulillah bikhoir…!” hadirin serentak menjawab dengan suara yang tak kalah gemuruh di dalam aula yang sedikit panas,
“Wakaifa hamasyah !!!?”
“Miah wa ziyadah !”
“أيها الأخوتي رحمكم الله , كما قد عرفنا و رأينا و سمعنا جميعا عن القضية اخواننا فى فلسطين, أن اليهود و صهيو نيين قد ها جموا الأرض فلسطين و السكانها فيه من الأمهات والنساء والأطفال والعجوز بالدباباتهم و الصاروخهم ! وعندنا خبرا جديدا و حارا أن الصهيو نيين قد أستسلموا و طلبوا من حامس الهدنة بسبب خوفهم من حامس, لذالك نحن من هيهئة الطلبة ان شاء الله سنقوم البرامج الأسبوع فلسطين ! ما هو الهدف ؟ لكي نشعر التي ما تشعر أخواننا في فلسطين لأنهم أخواننا – أنما المؤ نين أخوة بين أخويكم- لذالك ندعوا على كل الفصل له دور لهذا البرامج, أن شاءالله سننبدأ هذا البرامج فى يوم الأثنين حتى يوم الجمعة أنشاء الله بإذن الله , هذا مني شكرا على إهتمامكم و إستماعكم "
Fahimta ? hehehe… maaf yah bikin kalian bingung, itulah kelebihan kampus kami, kami di sini di ajarkan serba bahasa arab, dosen semuanya bicara menggunakan bahasa arab, apa lagi ketika sedang aktip belajar mengajar di dalam kelas. Kecuali dosen bahasa inggris dan bahasa Indonesia, apa kata dunia kalo dosen inggris menyampaikan materinya dengan bahasa arab, bias-bisa ujian rosib (0) semua, hehehe…
Biar ga penasaran, kurang lebih artinya begini,
“Wahai saudara-saudaraku sekalian, sebagaimana telah kita ketahui bersama tentang masalah saudara kita di bumi Palestina, bahwasannya kaum yahudi dan para tentara zionis telah memporak-porandakan bumi palestina dan penduduk yang palestina yang hidup di dalamnya dengan tank-tank dan rudal-rudal mereka, yang menjadi korban kekejaman zionis Israel di antarnya para ibu, anak-anak, perempuan-perempuan dan para orang tua yang sudah tak berdaya. Dan hari ini kita punya kabar gembira dan sangat hot, bahwasannnya, para zionis Israel menyerah dan meminta kepada pasukan mujahidin HAMAS untuk melakukan gencatan senjata, di sebabkan ketakutan tentara zionis terhadap HAMAS, oleh karena itu kami dari Badan Eksekutiv Mahasiswa, insya Allah kita akan mengadakan sebuah acara yang bertajuk “Usbu’ Palestina” yakni seminggu penuh kita akan mengadakan acara yang berkaitan dengan saudara kita di palestina, acara ini akan kita laksanakan pada hari senin sampai hari jumat, apa tujuannya ? tujuannya agar kita sama-sama bias merasakan penderitaan dan kebahagian yang sedang di rasakan oleh saudara-saudara kita di palestina, karena mereka adalah saudara kita ‘sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara satu sama lainnya’ oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh kelas untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini, mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya”
Suara gemuruh dari seluruh mahasiswa mengisi kesunyian ruangan setelah ketua BEM menutup mimbarnya dengan salam.
Malam itu aku dan teman-teman sudah berkumpul di kelas utntuk mendiskusiakan apa saja yang akan di buat untuk di tampilkan di panggung yang akan di tonton oleh seluruh mahasiswa nanti. Muhammad Ikhwan, yah dia adalah ketua kelas kami yang berperan penting untuk mengkoordinir agar acara ini berjalan mulus, ia mulai membagi-bagi tugas ke seluruh anggota yang sudah ia tunjuk sebelumnya. Malam itu kami mulai sibuk, ada yang sibuk membuat mading kelas berisi informasi tentang palestina, ada yang sibuk membuat percakapan, ada yang sibuk membut drama, ada yang sibuk membuat konsep iklan dan yang lain menyiapkan perlengkapan yang akan di gunakan.
Malam semakin larut, waktu tak terasa berlalu begitu cepat, dinginnya udara malam hingga kami tak kuat lagi menggunakan AC membuat acara malam itu penuh dengan suka cita dan makna bagi kami semua, bukan hanya kelas kami yang melakukan itu, tatpi semua kelas mulai dari senior sampai kaka kelas yang sebentar lagi menjalani akhir belajarnya dengan tugas akhirnya – Skripsi.
Ku lihat sebagian teman sudah merasa kelelahan dan rasa kantuk sudah tak tertahankan, ada yang sengaja tidur di lantai tanpa alas, ada juga yang tidur keadaan duduk di bangku, pokoknya macam-macam deh.
Ku lihat jam sudah menunjukan pukul dua malam, ketua kelas mempersilahkan kami untuk istirahat karena besok kita harus kembali belajar, dan akan di lanjutkan besok siang ba’da ngampus.
Dan Alahamdulillah, kami sudah menyelasaikannya semua setelah pulang dari kampus, dan kelas lainpun tak kalah cepatnya, mereka sudah memasang mading kreativ mereka, bahkan ada yang memasang sepanduk semuanya bertema tentang palestina. Kelas kami Alhamdulillah tidak membuat spanduk, karena kurang dana hehehe .
Klik ini cepetan...
USBU' PALESTINA >>1 (Solidaritas)
Bedug subuh sudah berkumandang jauh menerebos kesunyian pagi yang masih gelap gulita, sayup suaranya menendang gendang telingaku, hingga aku terbangun. Meski mata ini masih merasakan kantuk, tapi aku harus tetap bangun subuh, aku masih ingat dengan kalimat “barang siapa yang melaksanakan shalat fajar (subuh), maka itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya”, sudah barang tentu sebagai seorang lelaki (mujahid) harus selalu bangun lebih awal agar tidak ketinggalan shalat subuhnya. Lelaki identik symbol kekuatan, kelak ia sebagai pemimpin bagi dirinya, keluarganya, masayarakatnya dan bahkan negerinya. Oleh karena itu, aku berpesan untuk diriku dan kalian sekalian wahai ikhwan, jangan malas yah bangun subuh, shalat subuh dan jadilah lelaki yang mandiri dan kuat.
Hari senin, hari dimana aku harus masuk kampus karena ada mata kuliah, sekali lagi aku harus memaksakan jasad dan ruh ini untuk menyantap santapan ruhani sebanyak-banyaknya dari para dosen yang sangat aku kagumi keilmuannya, bagaimana tak kagum, dosenku rata-rata lulusan timur tengah, ada yang dari Al-azhar Kairo (mesir) seperti Dr. Abbas Manshur, MA, Dr. Saiful Bahri, MA, Ust. Sofwan Abbas, MA, dan masih ada yang lain, ada juga yang dari Universitas Islam Madinah (UIM-Madinah) seperti Dr. Taufiqul Azhar, MA, ada juga yang dari Universitas Khurdun-sudan, seperti Ust. Safarudin ada juga yang dari KSA-Indonesia, seperti Ust. Amir Hamzah dan Ust. Itang, ada juga yang dari Yaman Dr. Fuad asshufi dan Ust. Aly as-syairi. Mereka adalah dosen-dosen yang sangat profesiaonal di bidangnya masing-masing, mereka juga dosen di Universitas yang sangat bergengsi di Asia Tenggara, yang namanya sudah mendunia, ayo tebak ! that right ! Universitas Indonesia.
Pagi itu aku harus tetap semangat, aku melihat sebagian teman-temanku sudah hadir di kelas, ku tatapi wajah mereka satu persatu yang penuh sayup, ternyata mereka juga masih pada ngantuk, masih pada pucat dan tak jarang mulut mereka selalu menguap ‘Uah….’. wajar saja keadaan kami masih ngantuk bahkan ada yang melanjutkan tidurnya dengan menekuk kepala di bangku sambil menunggu dosen hadir, wajar saja kami masih merasa kantuk malamnya kami bergadang full dari jam 08.00 malam sampai jam 02.00 malam, pengen tau ngapain saja kami semalam ? makannya baca terus yah….
Next....
Posted in Artikel, Cerpen, Menulis lepas, Sharing
Buat Kamu yang Masih Jomblo atau Udah Nikah “Ga terima Dude & Jande”
Pagi semuanya, “lebay loh kalo nyapa” gimana puasa hari ini? Gw harap puasanya masih rapet-rapet dan ga bolong.
Kebetulan hari ini gw lagi di masjid ukhwah islamiyah (MUI), bukan MUI yang tugasnya buat fatwa halal haram tentanng suatu prodak makanan, ini nama masjid yang ada di kampus Universitas Indonesia (UI) Kota Depok. Lumayan gede sih… tempatnya adem, sejuk yang ga kalah pastinya, banyak mahasiswi-mahasiswi cantik euy… ngiler loh yah???, tuh kan bener ngeces.
“sory yah gw ngeces bukan karena kecantikan mereka,”
“terus kenapa?”
“emang udah keturunan dari keluarga gw,”
“hahaha… jadi keturunan keluarga loh ngeces semua, berarti nama marga loh, marga neces donk peace ah..”
Seminarnya cukup legit bro, tajuknya “SEMINAR KELUARGA, MEMBANGUN KELUARGA GENERASI QUR’ANI”. Sebelum gw lanjutin nih tulisan, gw Cuma pengen Tanya sama loh, “loh masih jomblo apa dah nikah?”,
“gw duda bro,”
“eh.. busyet, kan gw nanya Cuma dua point aja, loh jomblo apa udah kawin, eh… salah maksudnya udah nikah belum, jangan dah kawin duluan sebelum nikah Hahaha… peace just kidding”
Kurang paslah kalo gw nawarin tajuk beginian buat para janda atau duda, ya pas-pas aja sih sebenrnya, Cuma lebih pasnya buat orang-orang yang belum nikah atau yang udah nikah tapi belum bisa ngoordinir atau manajemenin keluarga dengan baik, bagi yang belum nikah, seminar ini bisa buat bahan “emang mau bikin adonan kue telor” sebelum nyari istri atau calon ibu. Karena banyak tips-tips menarik bro dari para nara sumber yang udah berkeluarga da nada juga tuh yang masih perjaka, kaya gw banget… . Cukup mumpuni lagi nara sumbernya, ada 5 nara sumbernya, salah satu dari mereka ananknya Ustadz Yusuf Mansyur, namanya ada yang tahu ga? Kelamaan kalo nanya, langsung aja namanya Wirda Mansyur, “ada Mansyurnya lagi,”
“ya iayalah anak ustadz Mansyur, masa Wirda perez… sejak kapan Julia Perez punya anak hafal quran, apa lagi namanya Wirda”
“Btw, perez apa perek? ”
“ Haha… Husz… Jorok loh !”
“Astagfirullahal adzim…”
Pokoknya buat ente-ente pada yang pengen berencana membangun keluarga islami, “eh judlnya qur’ani bukan islami” ,
“sama aja kali bro, kan beda-beda tipis”
Oh, ia gw mau sharing nih, gw baru dapet ilmu baru nih, kebetulan gw ikut seminarnya, buat bahan “mang adonan?” untuk gw nanti kalo mau berkeluarga, gw masih perjaga nih “Hahaha… promosi dia :D pasang bandrol aja Rp. 5000, kayanya bakal cepet laku tuh. Zzzz… mang kancut di bandrol Rp. 5000 dapet 10?
Kata bapak Darmawan, beliau seorang tenaga ahli di DPR, beliau juga alumni UI loh, beliau salah satu nara sumber di ‘Seminar Keluarga’ di masjid UI. Beliau mengatakan,
“JIka andaberencana ingin membuat keluarga yang qur’ani, maka carilah seorang ibu bagi anak-anaknya, bukan mencari seorang istri, kenapa?
“Ga tahu pak”
Perbedaan antara istri dan ibu itu tipis dan sangat signifikan, jika seorang pemuda muslim mencariseorang istri, maka dia lebih mengedapankan idelaita(kecantikan luar) calon istri tersebut. Tapi apabila seorang pemuda muslim mencari seorang ibu untuk anak-anaknya nanti,maka dia akan mengedepankan generasinya (kecantikan dalamnya) bukan idealitanya. Artinya seorang ibu harus menjadi backroud yang islami, dekat interaksi dengan qur’an, maka insya Allah generasinya akan lahir menjadi generasi qur’ani, maka secara garis besar akan terbentuk keluarga generasi qur’ani, Inilah perbedaan antara mencari seorang istri dan mencari seorang ibu.
Tuhkan gw saranin loh pada kalo mau nikah jangan cari istri tapi cari seorang ibu untuk anak-anak kita nanti. Sekian postingan gw hari ini, semoga bermanfaat buat gw, loh dan anda semua.
Jangan bosen baca postingan gw yah… mampir lagi tahun depan, “eh kelamaan” besok mampir lagi ya ya ya…
Budaya Blogger di Blogwalking/20 "Ngakak"
Nyalakan leptop, pencet powernya “kan udah di nyalain leptopnya, ngapain di pencet juga powernya ?” lupa gw kalo leptop ga sama dengan computer yang pake CPU :D. “kamu ketahuan gaptek sekali hiks hiks hiks :D”, jangan lupa modem di colok, kalo ga ada colokan pake colokan terminal juga bisa kok hehehe :D, “Konslet donk gan”. Kadang gw sedih banget kalo modem udah ga berfungsi alias habis quota data internetannya, di tambah dompet udah cekak paling nyisa recehan itu juga kembalian bekas belanja di alfamart, “Yah.. si bos malah curhat dia, perlu di donasi juga to?” maunya sih hiks hiks hiks..
Untungnya Wi-finya udah hidup lagi di kamar gw, jadi bisa bernafas lagi gw “Wew nafasnya aja pake quota internet, canggih juga nih si agan” jadi ga repot harus pergi ke warnet atau ngisi pulsa modem lagi. “Enak yah kalo fasilitas serba lengkap dan canggih hehe :D”, ok, sekarang conneckin tuh wi-finya, buka mozila, dan siap menjelajah ke luna maya, aduh keceplosan lagi, maksudnya menjelajahi dunia maya. Dan gw heran kenapa kalo orang udah melototin internet, pasti yang di buka facebook duluan, kedua twitter, ketiga kaskus. Ga ada yang lain apa? “Kalo ada yang lain, ngapain juga mas harus buka fb,ngetwit and ngaskus?” ia yah… kayanya emang nih zaman sekarang mulai dari orok sampe bapak-bapak otaknya udah terinstal yang namanya fb, twitter sama kaskus. Sampe heboh kemaren gw baca berita, ada yang lagi ngaskus di Kakus ! “gila nih orang ga puas ngaskus nyedot WC juga ruapanya hiks hiks hiks “.
Kalo gw sih, ga terlalu hoby banget yang namanya ngaskus, paling kalo mau nyari barang doang, baru gw ngaskus. Gw ga pernah yang namanya buat thread di kaskus, bukan gw ga mau, takut ga ada yang baca hehehe… soalnya ribuan orang yang buat thread di kaskus dan itu juga di seleksi oleh para kaskuser sehingga ada istilah “Asyik gw HT”. komentarin thread orang juga jarang, kenapa? Gw kadang telat mulu, komen gw biasanya paling terakhir atau nyelip, loh tahu sendiri kalo komentator di kaskus gila sampe ratusan bahkan ribuan, yang buat thread juga males baca komentar satu-satu. Dan mungkin komentar gw juga ga pernah di baca sama orang-orang, “Sakit hati gw L”. “Hiks hiks hiks… gimana orang mau baca komentar agan, wong agan kalo komentar nulisnya satu makalah, orang keburu ubanan baca koment agan :D peace”. Itu pengalaman pribadi waktu gw ngaskus, pengalamanmu apa ? “Iklan Indomie lagi dia”. Loh bisa cek ID kaskus gw, ID: reint90. “Ogah hehehe”.
“Masuk benang merah sekarang”
Memang sih gw nyadar banget, kalo jadi penulis di blog itu sangat menyenangkan, di tunjang dengan kawasan, “Ups Salah ! emang area lahan pertanian?” maksud gw di tunjang dengan wawasan yang cukup luas tentang pengetahuan, pengalaman dan sesuatu yang loh anggap penting. Kebanggan tersendiri buat gw, kalo tulisan gw di baca orang lain, gw ga kenal mereka dan mereka ga kenal gw, tapi akhirnya jadi kenal dengan prantara tulisan di blog. Jadi sebenernya media untuk ajang silaturahmi banyak banget kalo kita mau mengolah, “Emang makanan di olah” salah satunya dengan media dunia Blog, di dunia blog, loh terserah pokoknya bebas ekspresikan apa yang lo suka, di dunia blog, loh juga bisa nungging, jungkir balik sampe buka baju juga ga apa-apa asal loh ga upoad poto loh yang lagi nongkrong di Kakus aja hehehe :D.
Tapi…. Sangat menyebalkan kalo Cuma nulis doang di blog, tapi ga ada yang baca, what can I do? “bener ga sih bahasa inggris gw?” ada yang salah?,
Pengalaman kemaren masih inget aja gw, gw ketawa sekaligus prihatin banget gw ngeliat salah satu blogger yang tergabung dalam sebuah group ‘Blogwalking20’ di facebook, gw lupa namanya siapa, kemaren sempet gw poto screen di leptop, tapi lupa di paste ke paint “Zzz… sama aja Hoax kalo gitu mah”, tapi gw masih inget kata-kata dia ga panjang tapi syarat akan makna dan tawa hiks hiks hiks…
Dia nulis, “TUKERAN KOMEN YUK…” hahaha… spontan gw senyum tapi lama-lama gw ngakak juga, habis gw heran sama blogger yang satu ini, gw juga ga sempet lihat identitas dia, udah dewasa apa masih TK. Yang lebih ngikik lagi, ada yang ngmenin postingan link dia di bawahnya “ya iyalah komen mah dibawah masa di atas”. Masih lengket di ubun-ubun gw, yang komen ngomong gini, “OK SOB, DAH GW KOMENT DI BLOG SOBAT, KOMENT BALIK EAA..”, ketawa lagi gw, sejenak gw juga merenung, ada apa dengan blogger Indonesia? Apa harus gw intruksiin ke SBY, bahwasannya di kabinetnya, harus ada menteri blogger yang tugasnya menyampaikan aspirasi rakyat blogger yang postingannya ga pernah di komenin !. suruh menteri blogger ngomenin postingan blogger Indonesia. Ga mungkin juga kali… terus apa yang terjadi dengan dunia blogger Indonesia, di zaman yang sudah millenium gini masih ada yang ngemis ke orang udah gitu terang-terangan lagi “TUKERAN KOMENT YUK…” kan malu gw sebagai blogger gatal (gagal total) yang dulu ALAY banget persis sama apa yang di ekpresikan sama blogger di atas. Gw bukan Cuma itu doang, kemana-mana blogwalking, nyari-nyari di pojokan blog orang, “Mana nih buku tamunya?” udah ketemu, terus gw masukin nama, alamat blog gw, dan isinya ga jauh kaya gini “PAGI GAN… BW HERE, FOLLOW, LIKE AND KOMENT YAH BLOG Q” coba gimana prasaan loh semua? Alay apa Lebay? “dua-duanya hiks hiks hiks :D”
Hari demi hari, minggu demi minggu , bulan demi bulan dan tahun demi tahun blog gw makin sepi kaya kuburan, sampe java script buku tamu gw karatan “emang besi? Alias eror ga bisa di komenin. Akhirnya dengan parasaan kesel dan udah klimaks banget, gw ambil keputusan yang menurut gw tepat dan akurat “GW DELETE NIH BLOG SAMA ACOUNT-ACOUNTNYA, MAMPUS LOH !”
Tamat riwayat gw, eit... entar dulu, bukan orang berakal dong kalo Cuma nyerah begitu aja, Isac Newton aja ekperimen buat lampu boklam sampe 999 kali dan akhirnya yang ke1000nya berhasil juga tuh bang Newton. Demikian gw juga, sekarang gw ngeblog lagi, tapi beda kali ini, gw ga mau style gw sama dengan ngeblog yang dulu. Disini gw lebih bebas terserah gw topiknya apa, kalo dulu maaf nih yech… kebanyakan isinya tutorial blog mulu, padahal hasil COPAS dari blog tetangga Hiks hiks hiks :D. “Pantes aja blog loh cacat hehehe “, gw juga minta maaf sama temen-temen blogger Indonesia, yang postingannya pernah gw COPAS “Ngaku juga ternyata ini malingnya hihihi”.
Sekian dulu dari gw, terus staychun di blog gw, see you next my article… muach … :D
Posted in Artikel, Dunia Blogger, Sharing














