OLAHRAGA

 
Pagi ini. Aku bergegas berganti pakaian olah raga, lengkap dengan sepatunya. Bergerak berputar sebagai pemanasan awal.
Aku terus berlari  menuju pusat olah raga. Syekh Yusuf Discovery, tempat itu. Di sana terdapat lapangan bola. Di bibir lapangan itu aku dan segerombolan manusia berlari memutar tawaf lapangan. Pantang berhenti sebelum peluh bercucuran berdaki. 
Tepat di depanku, gadis masih belasan tahun berlari santai, mengayun tapak kaki demi kaki. Gadis itu terus berlari, dan aku mengikutinya tepat dibelakangnya. "Rezeki nih" lirihku. Dan.

"Aduh... sakit ! Tolongin aku" gadis merintih kesakitan. Terjatuh. Mataku memandang kedepan. "Tuhan Kau memang Maha tahu adegan sinetron kesukaanku" lirihku. Dengan semangat 45 aku menghampiri. Aku berdiri tepat di depannya. Ku ulurkan tanganku. Dan.

"Mas, ada Hp?" seketika jantungku berhenti. Asa pun hilang entah pergi.
"Ada de,"
"Tolong telponin ke nomor ini" sungutnya mengejah angka dilayar digital 4 inci. Kere ! kataku.
"Ini nomor siapa de?"  penasaran.
"Pacarku mas"
Gubrakkk !!!

>

NOTES FROM MAKASSAR "Saingannya NOTES FROM QATAR -Muhammad Assad"


Untuk sahabat baikku Ahmad Solahuddin Al-Citeurepi di tempat dan umumnya teman-teman 8 graduated An-Nuaimy. Apa kabarmu bung saat senja mulai kembali keperaduannya? (baca: saat tulisan ini dibuat, senja jingga berkilapan di langit Makassar dan aku menikmatinya lewat jendela kamar terbuka), semoga tuhan yang penuh cinta senantiasa bermurah hati padamu sobat. Oh... iya hanya sekedar informasi saja, tulisan ini ku buat adalah bentuk janji ana ke antum yang pernah kluar dari mulut ana. Ana prnah mengatakan sama antum di detik-detik perpisahan sebagai teman yang akan pergi mencari seonggok jati diri untuk perbaikan dimasa depan nanti. Ku harap kau masih ingat itu.

Tak lupa ana manusia biasa yang banyak hutang, salah dan hilaf ingin mengucapkan "Mohon maaf lahir batin sob jika ada salah kata dan laku yang tidak berkenan di hati antum selama kita berteman". Semoga saja pinta dan harapku tulus begitupun maafmu. Sudah satu bulan lebih ana tinggal di Makassar sama rekan-rekan seperjuangan satu atap satu sepenanggungan. Jika kau bertanya tentang kabarku di sini ? alhamdulillah kabarku baik-baik saja sebaik persangkaanmu  pada tuhanmu. 

Dua hari lebaran iedul fitry berlalu, tapi belum ada momen indah yang bisa aku katakan dan ku ceritakan pada antum. Tapi ada sedikit cerita soal serba-serbi lebaran para pemuda di perantauan. Baiklah dengarkan aku bercerita lewat tanganku yang sibuk mengurai kata.

                                                                             ***
Suara azan bergemuruh melewati celah-celah rumah penduduk dan sampailah ke tempat dimana aku tidur pulas bersama teman-teman di sini, menandakan bahwa 1 syawal telah datang beberapa jam yang lalu, sekaligus itu bertanda waktu untuk mengagungkan tuhan kita telah tiba, aku pun shalat subuh. Oh iya sob, waktu di sini lebih cepat satu jam dari waktu dimana antum tinggal sekarang. Mungkin aku yang sudah bangun antum masih tertidur pulas sambil menata serpiahn mimpi-mimpi yang akan terbawa pergi keindahannya di bawa mentari pagi. 
Tepat jam 6 pagi ana dan kawan-kawan beranjak dari tempat kami menuju lapangan besar di sebuah kota Makassar bernama Syekh Yusuf Discoveri yang bisa menampung ribuan manusia pagi itu. Kami hanya berjalan kaki kesana karena tidak trlalu jauh dari tempat kami tinggal. Karena pertimbangan macet dan harus bayar parkir motor pula yang membuat ana dan kawan-kawan mengayun kaki langkah demi langkah. 15 menit kemudian sampailah kami ketempat dimana pesta kemenangan shalat iedul fitry akan dirayakan. Karena ana lupa mmbawa sajadah, terpaksa harus mengurangi jatah sedekah yang sudah ana prsiapkan untuk membeli selebaran koran yang harganya seribu perak. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. 
Sampailah pada sesi trakhir yaitu khutbah iedul fitry yang di sampaikan oleh da'i kondang sekalgus slebritis di media-media tv, ana yakin antum pun tau orang itu, baiklah ana kasih tau namanya ust. Taufiqurrahman, biar ga penasaran klik here.

                                                                              ***
Selesai. Kami pun kembali ke kandanng lagi. Disambung makan nasi plus kuah mie indomie campur telur hanya itu saja santapan pagi kami di hari raya iedul fitry, karena tidak ada ketupat atau pun lepat sayur yang bisa kami nikmati pagi itu. Derita pemuda di perantauan. Tapi kami mensyukuri. Antum bagaimana?
Sekitar jam 10 an, kami pergi ketempat salah satu guru akhwat yang juga mengajar di sekolah yang ana ajar, namanya ibu Rahmah. Dia masih muda dan belum menikah. Ana tau itu saat sesi perekenalan guru di sebuah rapat bersama para dewan guru. Cantik sih tapi tidak terlalu, namun yang jelas dia anak orang kaya. 
Ana pun ternganga dan tak berhenti memuji tuhan yang kuasa saat ana dan kawan-kawan sampai di kediaman bu Rahmah. Rumahnya besar bertingkat, luas, bersih dan tertata rapih. Dan dipersilahkannya kami masuk lalu digiring ketempat meja makan prasmanan yang disana segala macam makanan ada, sempurna !. Namun sayang ana tidak bisa makan ketupat sayur banyak di sana, karena sudah terlalu kenyang makan di tempat kami yang hanya sekedar nasi plus kuah mie indomie. "Wah... kalo tau begini gua ga makan banyak-banyak tadi, disini ketupat banyak" bisik otak bulus ana sejenak setelah ku siuk kuah ayam bersantan.
Kenyang ! Kamipun pulang dengan prasaan senang. Senang bisa menatap dan bersalaman dengan guru akhwat tersebut hehehe :)

                                                                              ***
Day 2. Jam 2 siang ana dan kawan-kawan pergi ke pantai Losari dan sempat mampir ke Benteng Fort Rotterdam, sebuah musium peninggalan belanda kala.Ana dan kawan-kawan menikmati hari-hari itu sampai pukul setengah 6 sore saat senja berwarna jingga pekat. Saat sang surya kembali keperaduannya. Sungguh indah ciptaan tuhan tentang senja.
Dan usai shalat magrib, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju seorang ustadz dan juga direktur sekolah kami. Rencananya dia yang akan jemput kami setelah siang itu mendapat undangan langsung dari beliau,. Namun kami katakan biar kami yang kesana, itung-itung perkenalan dengan jalanan kota Makassar. Agar kami kenal kota Makassar dan keindahannya. Kami pun tiba di kediamannya, lalu disambut dengan hidangan ketupat ditambah sayur coto (sebuah nama soto orang makassar), hemmmm sungguh nikmat sampai-sampai ana dan saiful menambah untuk kesekian kalinya sampai ketupat di piringpun habis ludes dan terpaksa tuan rumah harus menghidangkan ketupat tambahan untuk kami. "Tau aja kalo lai laper habis jalan-jalan hehehe :) " .

Dan cerita serba-serbi lebaran pemuda perantauan pun habis sampai di sini. Semoga antum senang membaca tulisan ini, dan semakin mengeratkan tali persaudaraan ukhwah diantar kita semua. Untuk semua teman-teman 8 Graduated An-Nuaimy "yang sejatinya belom lulus" terimakasih atas segala doa-doa dan inspirasi hidupnya.

Salam dari ana dan kawan-kawan di sini, semoga kelak kita dipertemukan kembali pada momen bahagia. 


>

LEBARAN 2014 DI PERANTAUAN


Selamat pagi semuanya, semoga kalian semua maih diberikan kesehatan baik rohani maupun jasmani dan yang paling terpenting adalah kita masih benar-benar berada dalam naungan fitri kembali suci, dosa terampuni sperti dulu kita terlahir dari rahim ibu-ibu kita. Aamiin...

Ikhwah fillah, bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk kembali merasakan beramadhan dan ber-iedul fitry 1435 H atau 2014 M. Patut kita syukuri pula bahwa di iedul fitry pulalah kita kembali di kumpulkan bersama keluarga tercinta, orang-orang tercinta, sahabat-sahabat tercinta dan tentunya 'dia' yang tercinta :) . Di hari kemenangan pulalah manusia saling berbagi kebaikan, tolong menolong terhaap sesama, memberikan sesuatu kepada mereka yang selama ini hidupnya mungkin dalam kekurangan agar nantinya mereka juga sama ikut merasakan kebahagian dan kemenangan seperti kita yang merasakannya. Di hari iedul fitry pulalah Allah memberikan kesempatan pada setiap insan untuk saling menggugurkan dosa dan kesalahan diantara manusia lainnya. Sungguh "Maka Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan !" subhanallah... betapa indah islam di sisi lain islam banyak melarang kita untuk melakukan hal-hal dosa dan kita masih terjebak disana, namun disisi lain islam memberikan sebuah peluang, sebuah kesempatan, sebuah jamuan, sebuah harapan kelak dosa-dosa yang pernah kita lakukan 11 bulan lamanya terampuni dalam 1 hari saja jika kita mampu memaksimalkan waktu itu untuk meminta maaf kepada orang-orang yang dulu pernah kita sakiti, kita zalimi, kita caci atau mereka yang pernah menzalimi kita lalu mereka datang dan menjabat tangan kita maka pada saat itulah dosa-dosa dan kesalahan kita berguguran satu sama lainnya, bayangkan betapa mudah nan indahnya islam, "Maka Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan !" 

Ikhwah fillah, tentu momen-momen yang paling kita tunggu saat iedul fitry adalah berkumpulnya kita bersama keluarga besar tercinta kita dalam satu atap lalu saling bermaaf-maafan. Sungguh momen itulah yang tidak bisa saya rasakan iedul fitry tahun ini, pasalnya saya masih di perantauan dan belum bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga. Saya untuk waktu satu tahun kedepan masih di kota Makassar, saya ke Makassar seminggu sebelum ramadhan karena ada kepentingan tugas dakwah di sini. Tapi alhamdulillah saya tidak sendirian ada 4 rekan saya juga nasibnya sama seperti saya, mereka belum bisa kembali kerumah sungkeman bersama keluarga, tapi kami juga merasakan kebahagian yang sama seperti kalian semua insyaallah. 

Rindu beracampur sedih tahun ini kami hanya bisa berlebaran di negeri orang, ada perasaan rindu ingin memeluk ibu dan keluarga dari dekat namun tak bisa. Namun insyaallah keikhlasan hati dalam memaafkan kesalahan saudara-saudara, teman-teman, rekan-rekan atau bahkan lawan akan menjadi sebuah obat pelipur lara dan kerinduan di hari nan fitry tahun ini. 

Ikhwah fillah, saya peribadi ingin menghatrukan permintaan maaf lahir dan batin sedalam-dalamnya jika kata-kata, tingkah laku kurang berkenan di hati kalian semua, baik yang kenal dekat sama saya secara personal ataupun mengenal saya lewat dunia maya atau pada event-event tertentu saya berkenalan dengan anda dan anda mengenal saya. Semoga di iedul fitry tahun ini menjadikan kita semakin dewasa, sadar akan tugas kita di dunia, semakin optimis dan semangat dalam meraih kemenangan dunia dan akhirat. Aamiin..

"Selamat Hari Raya 'Iedul Fitry 1435 H/ 2014 M. Mohon Maaf Lahir dan Batin"


  تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم كل عام وانتم بخي

>
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates