WAHAI JIWA-JIWA PERINDU SYURGA


Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !
Duka palestina tak akan pernah habis kita lihat, kita dengar namun coba rasakanlah !
Rasakan seandainya kita berada dalam posisi mereka?
Rasakan bagaimana ketegangan dan kecemasan di wajah anak-anak palestina yang tak berdosa !
Rasakan bagaimana kelaparan dan haus menjadi sebuah puasa dan rutinitas bagi rakyat palestina !
Bayangkan kita ada di sana !

Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !
Setiap menit ada jiwa-jiwa baru yang syahid kepangkuan rabbnya !
Setiap menit ada isak tangis anak-anak palestina yang bertanya-tanya "Aina ummi wa abi..." 
Setiap menit ada peluru-peluru panas membakar tangan, kaki, perut bahkan kepala !
Setiap menit ada puing-puing rumah yang ambruk dihantam rudal-rudal biadab !
Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !

Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !
Ada isak tangis ibu mencium anaknya yang syahid tak sempat menikmati dunia
Ada isak tangis ayah yang lemah mengelus dada keluarganya terpanggang disana
Ada isak tangis kaka yang mengharu biru menyaksikan kematian adiknya
Ada isak tangis adik yang tiba-tiba mati saat menggendong dirinya
Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !

Renungkanlah... wahai jiwa-jiwa perindu syurga !
Bantulah mereka wahai jiwa-jiwa perindu syurga
Bantu mereka dengan jiwamu selagi kau mampu ! jika tidak,
Bantu mereka dengan hartamu ! jika tidak,
Bantu mereka dengan do'amu, jika itu kau tak mampu !
Bertanyalah pada hatimu "Siapakah diriku ?" lalu beristighfarlah pada rabbmu.

#SAVEGAZA #SAVEPALESTINA




>

ORASI ANIS MATTA DAN KOALISI MERAH PUTIH 4 PALESTINA



Orasi Full | Anis Matta | Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Palestina | Jakarta


>

RAMADHAN MENGETUK HATI KITA


Tak akan pernah habis kabar duka dari saudara kita di bumi al-quds palestina. Hujan rudal dan peluru solah menjadi santapan harian saudara-saudara kita di palestina, duh... sungguh kami tak bisa membayangkan hal demikian. Bagaimana rasanya saat anak-anak kecil tak berdosa sedang bermain-main, bercanda, bergurau,  yang sedang membaca dan menghafal al-qur'an sekonyong-konyong sebuah peluru dan rudal tak diundang datang membumi hanguskan mereka semua. Duh.... tak bisa kami bayangkan bagaimana peluru dan rudal menembus kepala, perut, kaki dan otak mereka. Sungguh, hati kami tersayat-sayat yang setiap detik tak kunjung redup kabar duka dari saudara-saudara kita di palestina. 
Wahai bumi gaza ! wahai bumi palestina ! wahai al-quds ! sungguh beruntung kalian ditakdirkan menjadi bumi yang halal untuk mengangkat senjata untuk menegakan medan jihad melawan musuh-musuh islam dan musuh-musuh Allah. Harta benda dan nyawa bukan lagi sesuatu yang kalian risaukan. Kalian tak pernah bertanya "Masih hidupkah kita saat matahari terbit dipagi hari? apa yang akan kita makan besok? atau masih adakah kesempatan untuk memberi senyuman indah pada ibu, ayah, kaka dan adik-adik kita esok?" yang selalu ada dalam kamus hidup kalian adalah, "adakah kesempatan untukku mengangkat senjata untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah?", kematian seolah kado yang sangat dirindukan oleh kalian sedangkan orang-orang kafir takut akan kado kematian.
Kami, umat islam indonesia sangat terpukul dan mengecam bahkan melaknat atas perbuatan israel zionis dan antek-anteknya yang tak henti-hentinya meluluh lantakkan bumi palestina kiblat pertama umat islam. Bersyukur ramadhan kali ini banyak hati-hati manusia yang terketuk untuk menghapus air mata rakyat palestina. satu persatu menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan palestina. satu persatu menginfakan hartanya di jalan Allah untuk meringankan beban rakyat palestina. Wahai palestina, percayalah kami tidak akan melupakanmu, kami akan selalu mendukungmu, kami akan kerahkan apa yang kami bisa untuk memberitahukan kepada dunia bahwa palestina butuh uluran do'a dan dukungan. Ramadhan mengetuk hati kami umat islam untuk ikut peduli terhadap rasa sakit yang palestina rasakan saat ini. 
Alhamdulillah... tahun ini kami akan memiliki presiden RI yang baru yang begitu sangat peduli terhadap duka palestina. Masri kita berdo'a semoga Prabwo-Hatta menjadi presiden yang amanah yang taat pada tuhannya serta memperhatikan umat islam dimanapun  berada.
Hanya ini yang bisa saya suarakan sebagai bentuk dukungan saya untuk palestina, karena saya yakin untuk membantu palestina bukan saja dengan materi melainkan menyebarluaskan kabar palestina lewat karya tulisan akan ada manfaatnya.

>

Oh.. Palestina Maafkan Kami Melupakanmu


Palestina oh... palestina, maafkan kami umat islam di indonesia sejenak meluapakanmu di sana. Sungguh kami menyesal telah melupakanmu hanya karena di negeri kami sedang terjadi hiruk pikuk soal pemilihan presiden yang akan memimpin negeri kami 5 tahun kedepan. Kau ingin mendengar berita dari negeri kami? pasti kau ingin mendengar meski bukan cerita yang ingin kau dengar melainkan tindakan nyata kami. Izinkan kami bercerita kepadamu wahai palestinaku.
"Indonesia, yah sebuah negeri yang untuk memerdekakannya butuh pengrbanan luar biasa, nyawa, harta benda dan darah para bapak, ibu dan pejuang negeri ini ditumpahkan untuk menebus negeri ini dari jajahan para penjajah. 350 tahun kami dijajah, bayangkan bagaimana dulu orang tua kami yang mengkhawatirkan anak-anak gadisnya di culik, diperkosa, dijual dan dibunuh dengan mengenaskan. Terlalu mengerikan untuk kami sebagai generasi negeri ini memikirkan dan membayangkannya. Mungkin orang tua kami dulu tak sempat tidur pulas karena banyak pemberontakan dimana-mana. Indonesia, ya sebuah negeri yang banyak rang mengatakan surganya dunia, karena segala macam-macam rempah ada di indonesia, inilah motivasi tangan-tangan penjajah datang dan menhancurkan negeri kami yang kaya untuk menguasai kekayaan negeri kami yang ada. 
Alhamdulillah... berkat pertolongan Allah SWT., perjuangan keras para mujahid negeri ini akhirnya terwujud, tahun 1945 atau bertepatan dengan 17 ramadhan Indonesia berani mengangkat suara dan memproklamirkan kemerekaan negaranya kepada seluruh dunia di tengah-tengah sedang memanasnya situasi dalam dan luar negeri. Hai palestina kamu tau kenapa kami sangat mencitai dan menghrmatimu? bukan hanya kita sama-sama beragama islam, bukan hanya kita memiliki panduan kitab yang satu, bukan hanya nabi kita satu, bukan hanya kiblat kita satu, bukan hanya tuhan kita satu, bukan hanya sejarah islam kita satu, tapi lebih dari itu kaulah Palestina negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia negeri kami tercinta disaat negara-negara lain membenci dan enggan mengakui kemerdekaan Indonesia, tapi Kau Palestina suara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu kami berhutang budi pada anda, sampai kapanpun kami akan tetap membela kau palestina meski negara-negara lain 'jijik' dan enggan membela hak-hakmu di tanah alquds palestina. 
Kini nasib bangsa kami sedang diperebutkan oleh dua sosok yang sungguh jauh berbeda seperti langit dan bumi. Negeri kami sedang menghadapi peperangan luar biasa, isu SARA dan isu-isu masa lalu sedang heboh di negeri kami untuk saling menjatuhkan satu sama lainnya. Perang ideologi juga hidup di sini. Kami umat islam indonesia takut dan khawatir jika pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin boneka Zionis Israel, Yahudi dan Amerika Serikat dan sekutunya yang tidak akan berpihak terhadap perjuangan dakwah islam di negeri kami tercinta, kami khawatir akan itu semua. Dalam kondisi yg sama kami pun slalu optimis bahwa sosok yang kami dukung akan memberi ruang bagi perjuangan dakwah islam nusantara ini, insyaallah pemimpin yang kami dukung keberpiahakan terhadap islam luar biasa. Kami minta doamu wahai palestinaku."
Mungkin itu sedikit cerita dan celotehan kami, semoga kau mendengarnya disana.
Sekali lai kami minta maaf atas kelalaian kami melupakanmu sejenak. Di saat kami disini asik menjalankan puasa ramadhan penuh dengan ketenagan dan ketentraman, jamuan-jamuan yang setiap hari berganti memenuhi perut-perut kami, dan kau Palstinaku di sana, kau menjadi bulan-bulanan para pencari tanah dan penjajah zionis Israel, Yahudi dan Amrika, diam-diam kau di berangusnya, kau di teror, kau di hujani peluru, dibakar rumah-rumah pemukiman yang tak berdosa, dirampas harta benda, di ambil paksa anak-anak kecil, bayi dan para wanita lalu dibinasakan dengan pleuru-peluru neraka. Oh... kami tak bisa membayangkan itu semua wahai Palestinaku, sekali lagi maafkan kami. Belum cukup itu semua disaat ramadhan seperti ini, kalian berpuasa menahan lapar dan dahaga, dan kami tau bukan saja kalian berpuasa di bulan ramadhan tapi setiap hari, setiap minggu, setiap, bulan dan setiap tahun kalian berpuasa menahan lapar dahaga sambil di hujani peluru-pluru dari neraka menembus perut, kepala, jantung dan rumah-rumah kalian yang begitu amat sederhana. Oh... Palestinaku, sekali lagi maafkan kami.
Besar harapan kami, pemimpin yang akan memimpin negeri kami mmbawa angin segar untuk kalian rakyat palestinaku. Aamiin.....

>
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates