OLAHRAGA

 
Pagi ini. Aku bergegas berganti pakaian olah raga, lengkap dengan sepatunya. Bergerak berputar sebagai pemanasan awal.
Aku terus berlari  menuju pusat olah raga. Syekh Yusuf Discovery, tempat itu. Di sana terdapat lapangan bola. Di bibir lapangan itu aku dan segerombolan manusia berlari memutar tawaf lapangan. Pantang berhenti sebelum peluh bercucuran berdaki. 
Tepat di depanku, gadis masih belasan tahun berlari santai, mengayun tapak kaki demi kaki. Gadis itu terus berlari, dan aku mengikutinya tepat dibelakangnya. "Rezeki nih" lirihku. Dan.

"Aduh... sakit ! Tolongin aku" gadis merintih kesakitan. Terjatuh. Mataku memandang kedepan. "Tuhan Kau memang Maha tahu adegan sinetron kesukaanku" lirihku. Dengan semangat 45 aku menghampiri. Aku berdiri tepat di depannya. Ku ulurkan tanganku. Dan.

"Mas, ada Hp?" seketika jantungku berhenti. Asa pun hilang entah pergi.
"Ada de,"
"Tolong telponin ke nomor ini" sungutnya mengejah angka dilayar digital 4 inci. Kere ! kataku.
"Ini nomor siapa de?"  penasaran.
"Pacarku mas"
Gubrakkk !!!

>

Mereka Mendengarmu

 image : Losari Beach 2014

Jika manusia tak sudi lagi mendengar semua keluh kesahmu. Menjadi pendengar setiamu. Menghayati 

Menyelami dan ikut merasakan apa yan kamu rasakan. Maka ayunlah kakimu. Pijakan tapaknya pada 

pepasiran landai putih nan bersih. Lalu pandanglah samudera lautan hijau di depanmu yang selalu gaduh

dengan riak ombaknya bergemuruh, membentuk irama yang menentramkan. Menenangkan. Mendamaikan

sekalius mensyahdukan. Kau akan merasakan ketentraman. Ketenangan. Kedamaian sekaligus menyejukan 

hatimu yang sedang galau, risau. Seolah hijau laut dan riak ombaknya mendengar dengan seksama. 

Meresapi dan merasakan apa yang terbesit dalam hatimu sebelum satu patah katapun terlempar dari 

mulutmu.




>

SURAT UNTUK ADE




*Teruntuk ade yang jauh di pulau sana, sudah 12 tahun kita tak bersua :(
................
De, apa kabar? semoga tuhan yang baik hati senantiasa berbagi kasih untuk ade. Maaf abang baru bisa nulis surat lagi untuk ade. Abang hampir saja lupa sama ade, bayangin aja surat terakhir yang abang tulis dulu tahun 2006. Wah sudah sangat amat lama, jika di tulis dengan angka sudah 9 tahun abang tak kirim tulis surat, kirim surat dan bertukar kabar sama ade. Sekali lagi maafin abang ya de. Hening.

Oh, iya abang mau tanya, bolehkan...? sudah kelas berapa sekarang? terakhir abang denger sudah sekolah SMP, tapi abang lupa kelas berapanya. Tak penting kelas berapanya, yang penting ade semangat terus belajarnya. Jangan putus asa. Jika ade lelah, jenuh, malas maka obatilah dengan berwudhu lalu shalat 2 rakaat kemudian baca beberapa ayat qur'an, insyaallah jenuh, cape, males akan pergi dengan sendirinya dan akan datang semangat baru pada masanya. Itu juga yang abang sering lakukan di sini, ya di tanah perantauan. Abang masih ingat itu nasehat ayah pada kita sebelum ayah pergi meninggalkan kita semua selamanya, saat kita duduk bersama di sebuah ruang tamu yang hanya beralaskan tikar lusuh, abang harap ade masih ingat dan istiqomah melakukannya.

Oh, iya de, abang hampir lupa. Abang dulu sudah janji sama ade, abang akan belikan Hp baru. Sudah abang belikan nanti abang kasih ke ade kalo abang sudah pulang dari perantauan, insyaallah tahun depan.

Pesan abang ga muluk-muluk de, abang cuma minta ade tetap semangat belajar, ga ampang nyerah dan selalu optimis. Untuk biaya insyaallah abang siap bantu selagi abang mampu, meski tak mampu abang akan usahain biar mampu.

Cukup sekian surat abang untuk ade, semoga tulisan ini membuat ade senang karena ternyata abang tak lupa sama ade.

>
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates